“Jangan Rampok Anggaran Bencana!” Prof. Sutan Nasomal Murka, Huntara Bener Meriah Bocor & Tak Layak Huni – Desak Presiden Turun ke Aceh

banner 120x600
Radar007.com | Bener Meriah

Skandal pembangunan hunian sementara (huntara) kembali mencuat. Di tengah penderitaan korban bencana, fasilitas yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru berubah menjadi sumber masalah.

Air hujan masuk ke kamar, lantai salah konstruksi, hingga serangan ulat bulu memaksa warga mengungsi. Kondisi ini memicu kemarahan keras dari pakar hukum internasional, Prof. Sutan Nasomal, yang menilai ada indikasi kelalaian serius bahkan dugaan permainan anggaran.

Sebanyak 36 kepala keluarga (KK) dari empat desa di Kecamatan Pintu Rime Gayo kini hidup dalam kondisi memprihatinkan di huntara yang jauh dari standar kelayakan.

Bangunan yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru dipenuhi masalah fatal:

Air hujan merembes masuk ke kamar

Tidak ada talang air dan drainase

Lantai miring ke dalam ruangan

Listrik padam di sejumlah unit

Struktur bangunan rapuh dan material berkualitas rendah

Serangan ulat bulu yang membahayakan kesehatan

Akibatnya, sebagian warga memilih meninggalkan huntara demi keselamatan.

PERNYATAAN KERAS:

Prof. Sutan Nasomal tak menahan amarahnya. Ia menyebut kondisi ini sebagai bentuk kegagalan serius pemerintah dalam melindungi rakyat.

“Jangan di tengah musibah rakyat, ada yang bermain di atas penderitaan mereka! Ini kejahatan moral. Huntara harus manusiawi, bukan proyek asal jadi!” tegasnya.

Ia bahkan mendesak Presiden RI untuk turun langsung ke Aceh dan memerintahkan evaluasi total.

“Presiden harus datang! Perintahkan gubernur, bupati, wali kota untuk sidak. Jangan ada yang mempermainkan anggaran bencana!”

SOROTAN TAMBAHAN: DUGAAN ‘TIM SILUMAN’

Masalah tak berhenti di situ. Dugaan penyelewengan bantuan sembako juga mencuat.

Warga seharusnya menerima 2 paket bantuan

Fakta di lapangan: hanya menerima 1 paket

Di lokasi lain bahkan ada yang menerima 3 paket

Perbedaan ini memunculkan dugaan adanya “tim siluman” yang bermain dalam distribusi bantuan.

TEKANAN KE PEMDA:

Prof. Sutan Nasomal juga menyoroti kinerja pemerintah daerah.

“Bupati Bener Meriah harus sigap! Jangan biarkan rakyat menderita karena proyek yang tidak maksimal!”

PENUTUP KUAT:

Kasus ini menjadi alarm keras bahwa di balik bencana, masih ada potensi penyimpangan yang merugikan rakyat.

Warga kini hanya berharap satu hal: keadilan, transparansi, dan tempat tinggal yang benar-benar layak—bukan sekadar proyek anggaran.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *