Batu Bara, Radar007.com — Hujan yang memicu luapan air kembali menjadi ancaman bagi warga Kabupaten Batu Bara. Sedikitnya 53 rumah warga di Desa Sukarejo, Kecamatan Sei Balai, terdampak banjir yang terjadi pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Merespons kondisi tersebut, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Batu Bara bergerak cepat melakukan pemantauan, pendataan, dan asesmen lapangan guna memastikan dampak bencana serta kebutuhan masyarakat terdampak.
Berdasarkan laporan yang disampaikan TAGANA kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, serta Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Batu Bara pada Kamis (18/6/2026), banjir merendam puluhan rumah warga dan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsi, peristiwa ini menjadi alarm penting akan kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi yang belakangan semakin sering terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem.
Ketua tim asesmen TAGANA bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi guna melakukan verifikasi data, pendataan kebutuhan warga, serta koordinasi lintas sektor untuk mempercepat langkah penanganan.
“Prioritas utama saat ini adalah memastikan kondisi warga terdampak, melakukan pendataan secara akurat, dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan,” demikian disampaikan dalam laporan resmi TAGANA.
Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan awal kejadian tersebut, di antaranya Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara, BPBD Kabupaten Batu Bara, Camat Sei Balai, Pemerintah Desa Sukarejo, serta personel TAGANA.
Adapun langkah yang telah dilakukan meliputi koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, asesmen lokasi terdampak, serta pelaporan kepada Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara sebagai dasar tindak lanjut bantuan dan penanganan.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan kolektif dalam menghadapi potensi bencana. Sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi instrumen strategis untuk meminimalisasi risiko serta mempercepat pemulihan pascabencana.
Hingga laporan ini diterbitkan, proses pendataan dan koordinasi penanganan masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak dapat tertangani secara optimal.
Reporter: Erwanto
Sumber: Humas Dinsos PPPA Batu Bara










