Desa Aek Bange Darurat Narkoba? Warga Desak APH Bongkar Dugaan Jaringan hingga ke Akar

Foto: Istimewa (template)

banner 120x600

Desa Aek Bange Darurat Narkoba? Warga Desak APH Bongkar Dugaan Jaringan hingga ke Akar

Asahan, Radar007.com — Dugaan maraknya peredaran narkotika di Desa Aek Bange, Kecamatan Kualuh Ledong, Kabupaten Asahan, kembali memicu keresahan masyarakat. Warga menilai aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran sabu-sabu telah berlangsung cukup lama, namun belum terlihat langkah penegakan hukum yang dinilai mampu memutus rantai peredarannya hingga ke akar jaringan.

Sejumlah warga yang ditemui wartawan, Selasa (30/6/2026), mengaku khawatir karena peredaran narkotika diduga semakin berani dan berpotensi merusak masa depan generasi muda. Mereka berharap aparat penegak hukum tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku lapangan, tetapi juga mengusut aktor-aktor yang diduga berada di balik jaringan tersebut apabila ditemukan bukti yang cukup.

Di tengah keresahan itu, warga menyebut seorang pria yang dikenal dengan panggilan “Kolex” kerap diperbincangkan sebagai sosok yang diduga mengendalikan peredaran narkotika di wilayah tersebut. Informasi tersebut berasal dari keterangan warga dan hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya serta masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan resmi.

Selain itu, masyarakat juga menyebut adanya beberapa orang yang diduga berperan sebagai perantara dalam jaringan tersebut. Salah satu nama yang kerap disebut adalah seseorang yang dikenal dengan panggilan “Fery”, yang menurut dugaan warga masih menjalankan aktivitas peredaran narkotika.

“Kami berharap aparat tidak hanya menerima laporan masyarakat, tetapi benar-benar turun melakukan penyelidikan secara profesional. Jika memang ada jaringan narkoba, bongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan biarkan generasi muda terus menjadi korban,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, sosok yang dikenal dengan panggilan Fery diduga telah memindahkan lokasi aktivitasnya dari Desa Aek Bange menuju kawasan DAM di Desa Londut, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Menurut dugaan warga, perpindahan tersebut dilakukan untuk menghindari pantauan aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Asahan. Dugaan ini belum terverifikasi dan masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan oleh aparat yang berwenang.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di wilayah hukum Polsek Pulo Raja, Polres Asahan, maupun Polsek Kualuh Hulu, Polres Labuhanbatu. Warga berharap aparat bergerak cepat melakukan penyelidikan menyeluruh sehingga tidak muncul spekulasi yang dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan narkotika.

Masyarakat mendesak Polres Asahan, Polres Labuhanbatu, serta Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara agar segera menindaklanjuti berbagai informasi yang berkembang dengan langkah-langkah penyelidikan yang profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah. Mereka berharap apabila ditemukan bukti yang cukup, seluruh pihak yang terlibat, baik bandar, pengedar, kurir, maupun pihak lain yang turut membantu atau melindungi praktik peredaran narkotika, diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Warga menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku lapangan semata. Penindakan yang menyentuh jaringan hingga ke aktor utama dinilai menjadi kunci untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman narkoba yang semakin mengkhawatirkan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini belum memberikan klarifikasi atau tanggapan. Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari Polsek Pulo Raja, Polres Asahan, Polsek Kualuh Hulu, maupun Polres Labuhanbatu terkait informasi yang disampaikan masyarakat. Radar007.com tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

Laporan: Mjs Asahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *