Prabowo di Persimpangan Tekanan Politik dan Geopolitik, Mampukah Menjaga Stabilitas Nasional?

banner 120x600

Batu Bara, Radar007.com — Presiden Prabowo Subianto dinilai tengah menghadapi salah satu fase paling menentukan sejak awal masa pemerintahannya. Di satu sisi, dinamika geopolitik global terus bergejolak akibat konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, tekanan politik domestik mulai menguat seiring munculnya berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Pada awal pemerintahannya, Prabowo memperoleh apresiasi luas atas aktivitas diplomasi internasional. Pertemuan dengan para pemimpin Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, negara-negara Teluk, hingga kawasan Eropa dinilai berhasil meningkatkan posisi strategis Indonesia di panggung global sekaligus membangun optimisme publik terhadap arah kepemimpinannya.

Namun, situasi berubah ketika konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu ketidakpastian geopolitik dunia. Menurut penulis, eskalasi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global, terutama apabila jalur distribusi energi internasional terganggu, yang kemudian berdampak pada harga energi dan kebutuhan pokok di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam perspektif penulis, tekanan ekonomi tersebut berpotensi memicu meningkatnya ketidakpuasan masyarakat. Mahasiswa, buruh, serta kelompok sipil diperkirakan akan terus menyampaikan aspirasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah apabila persoalan ekonomi belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Di saat bersamaan, Presiden juga dinilai harus menghadapi dinamika kelompok-kelompok ekonomi berkekuatan modal besar yang memiliki kepentingan terhadap stabilitas investasi dan arah kebijakan nasional. Menurut penulis, kondisi tersebut menciptakan ruang tarik-menarik kepentingan yang dapat memengaruhi stabilitas politik maupun ekonomi nasional.

Berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga kebijakan pemulihan ekonomi juga terus menjadi ruang perdebatan publik. Sebagian kalangan memberikan dukungan, sementara sebagian lainnya melontarkan kritik serta mempertanyakan efektivitas maupun orientasi politik dari kebijakan tersebut.

Dalam pandangan penulis, memasuki dua tahun pertama pemerintahan akan menjadi fase krusial yang menentukan keberhasilan kepemimpinan Presiden Prabowo. Kemampuan menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi, keamanan nasional, dan dinamika politik akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pemerintahan.

Gelombang kritik dari mahasiswa maupun dinamika elite politik merupakan bagian dari proses demokrasi yang terus berkembang. Namun, apabila tidak dikelola melalui komunikasi politik yang efektif, kondisi tersebut berpotensi memperbesar ketidakpastian politik nasional.

Secara konstitusional, Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD. Dalam menjalankan fungsi tersebut, Presiden berkewajiban menjaga stabilitas nasional, pertumbuhan ekonomi, serta kepentingan rakyat.

Di sisi lain, penyampaian kritik dan aspirasi masyarakat juga dijamin oleh Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Ketentuan tersebut diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, yang mengatur bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional warga negara sepanjang dilakukan secara tertib, damai, dan sesuai ketentuan hukum.

Bagi penulis, tantangan terbesar Presiden Prabowo bukan semata menghadapi tekanan politik di dalam negeri ataupun gejolak geopolitik internasional secara terpisah, melainkan mengelola keduanya secara simultan. Ibarat seorang nakhoda yang mendayung perahu di antara dua karang, keseimbangan strategi, ketepatan membaca situasi, dan kepemimpinan yang adaptif akan menjadi penentu apakah pemerintahan mampu melewati badai atau justru terseret oleh arus perubahan yang semakin kompleks.

Reporter: Erwanto

Sumber: Irwansyah Nasution, Direktur LKPI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *