*Gaspol 5 Proyek Raksasa, Bupati Purworejo Rangkul DPRD: Dari Embarkasi Haji Hingga Radar TNI AU*

banner 120x600

*PURWOREJO* – Pemkab Purworejo tancap gas mematangkan lima proyek strategis daerah. Agar mulus tanpa sandungan, Bupati Yuli Hastuti sengaja mengajak DPRD duduk bareng sejak awal.

Langkah “jemput bola” ini diambil lewat Rapat Koordinasi Potensi Investasi dan Percepatan Program Strategis Nasional (ProSN) di Ruang Bagelen Setda, Rabu 17/6/2026. Tujuannya satu: samakan persepsi sebelum dokumen resmi diajukan ke legislatif.

Rakor dipimpin langsung Bupati Yuli Hastuti, S.H., didampingi Wabup Dion Agasi Setiabudi, http://S.I.Kom., http://M.Si. Hadir jajaran DPRD, Asisten Pemerintahan Ahmad Jainudin, http://S.IP., M.M., dan kepala dinas terkait.

*Ini 5 Proyek Strategis yang Dipaparkan Wabup Dion:*

*1. Kantor Loka POM: Layanan Makin Dekat*
Purworejo bakal punya Kantor Loka Pengawas Obat dan Makanan. Tujuannya jelas, agar pengawasan obat, makanan, dan kosmetik lebih cepat. Warga dan UMKM nggak perlu lagi jauh-jauh ke luar kota kalau ada urusan BPOM.

*2. Kampus UNY: Dijamin Tak Tabrakan Jurusan*
Rencana hadirnya kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sempat bikin khawatir PTS lokal. Pemkab menegaskan, jurusan yang dibuka UNY tidak akan bentrok dengan prodi yang sudah ada. “Prinsipnya saling menguatkan, bukan mematikan,” tegas Dion.

*3. Islamic Center + Embarkasi Haji Terpadu*
Purworejo disiapkan jadi tuan rumah kegiatan Islam skala regional-nasional. Kuncinya ada di Embarkasi Haji Terpadu yang menyatu dengan komplek Islamic Center. Jemaah haji dari Kedu dan sekitarnya nanti bisa berangkat langsung dari Purworejo.

*4. Sekolah Rakyat Pindah Lokasi, Khusus Warga Miskin Ekstrem*
Program sekolah gratis dari Presiden ini dipastikan hanya untuk anak keluarga miskin ekstrem. Lokasinya juga digeser dari pesisir selatan. Alasannya, mitigasi bencana dan kebutuhan lahan yang membengkak dari 5 jadi 7 hektare.

*5. Pangkalan Radar TNI AU di Pesisir Selatan*
Merelokasi pangkalan radar TNI AU ke lahan non-produktif di pesisir selatan. Ini permintaan langsung dari Mabes TNI untuk memperkuat sistem pertahanan udara negara. “Kita dukung penuh pertahanan nasional,” kata Dion.

Bupati Yuli menyebut rakor ini langkah preventif. “Daripada nanti debat di ujung, lebih baik kita rembug dari awal. Eksekutif dan legislatif harus satu frekuensi demi Purworejo,” ucapnya. (ADV)

Mustakim

 

www.radar007.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *