Lapas Pekanbaru Tutup Peringatan 1 Muharram 1448 H, Pembinaan Keagamaan Jadi Pilar Perubahan Warga Binaan

Foto: Istimewa (template)

banner 120x600

Pekanbaru, Radar007.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menutup rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan penuh kekhidmatan. Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Taubah, Sabtu (27/6), menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan hukum, tetapi juga membangun karakter dan spiritual warga binaan sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan yang diikuti warga binaan dan jajaran petugas tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan. Beragam perlombaan religi digelar, mulai dari Adzan, Seni Tilawah Al-Qur’an, Tahfidz, Sholat Witir hingga Tausiyah, yang menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperdalam pemahaman agama.

Suasana semakin semarak saat acara dibuka dengan penampilan marawis, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan laporan panitia sebagai bentuk evaluasi atas seluruh rangkaian kegiatan.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Ridho Kurniawan, menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum membangun kesadaran spiritual sebagai fondasi perubahan diri.

“Momentum 1 Muharram harus menjadi titik awal lahirnya pribadi-pribadi yang lebih baik. Kami berharap nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan selama pembinaan mampu menjadi bekal warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna setelah kembali ke masyarakat,” ujar Ridho.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia mengumumkan para pemenang lomba dan menyerahkan sertifikat serta hadiah kepada peserta yang berhasil meraih prestasi.

Nuansa religius semakin terasa melalui tausiyah yang disampaikan Ustadz Nazriel Abdul Muluk. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

“Hijrah bukan sekadar berpindah waktu, tetapi berpindah menuju akhlak yang lebih mulia, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama,” pesannya.

Salah seorang warga binaan, Husen, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga. Menurutnya, pembinaan keagamaan menjadi motivasi untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan dengan harapan baru.

“Kami merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk berubah. Ilmu yang didapat selama kegiatan ini menjadi bekal agar kelak bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ungkap Husen.

Acara ditutup dengan doa bersama yang berlangsung khusyuk, dilanjutkan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan keberhasilan penyelenggaraan kegiatan.

Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru terus menegaskan komitmennya dalam membentuk warga binaan yang tidak hanya sadar hukum, tetapi juga memiliki akhlak, keimanan, dan kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.

 

Laporan: Agus Pekanbaru 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *