Labuhanbatu Utara, Radar007.com —Dugaan peredaran narkotika di Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), khususnya di Dusun Sungai Robut, Blok III, Desa Tanjung Mangedar, kembali menjadi perhatian masyarakat.
Informasi yang diterima Radar007.com menyebutkan, aktivitas peredaran narkotika di wilayah tersebut, diduga dikendalikan oleh seseorang yang disebut-sebut bernama “Adi Tato”. Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan memerlukan penyelidikan serta pembuktian dari aparat penegak hukum.
Menanggapi informasi masyarakat tersebut, Kapolres Labuhanbatu AKBP .Wahyu Endrajaya. SIK. Msi melalui, Kasat Narkoba AKP Hardiyanto, S.H., M.H. disebut memberikan respons positif terhadap laporan mengenai dugaan pengendali peredaran narkotika yang disebut-sebut bernama Adi Tato. Selasa (18/8/2026)
Dalam tanggapan Kasatnarkoba mengatakan kepada awak media ini, ” coba share Lock kan dulu bang, Biar kami masuk dari Aekkanopan saja.” tulis Kasatnarkoba Via akun WhatsAp.
Respons tersebut, diharapkan tidak berhenti pada penerimaan informasi semata. Masyarakat berharap Polres Labuhanbatu segera melakukan langkah konkret berupa penyelidikan, pendalaman informasi, serta penindakan apabila ditemukan bukti yang cukup.
Pasalnya, dugaan peredaran narkotika di wilayah Kualuh Hilir telah menjadi perhatian warga. Jika informasi tersebut benar, maka persoalan ini tidak hanya menyangkut satu orang, tetapi juga menyangkut keresahan masyarakat dan potensi dampak serius terhadap lingkungan sekitar.
Publik pun menunggu keseriusan aparat untuk mengungkap siapa sebenarnya pihak yang disebut-sebut mengendalikan peredaran narkotika tersebut.
Apakah laporan masyarakat akan segera ditindaklanjuti hingga tuntas?
Pertanyaan tersebut kini berada di tangan Polres Labuhanbatu. Masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti, tanpa pandang bulu.
Radar007.com akan terus mengawal informasi ini dan memberikan ruang kepada pihak kepolisian maupun pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk memberikan klarifikasi.
(Mjs)










