SURABAYA – Langkah pasti penuh kebanggaan ditorehkan pesepakbola muda asal Surabaya, Kahfi deRossi. Putra dari Pemred Elangbali.com, Harun Effendi, itu resmi bertolak ke Thailand melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (18/2/2026) siang.
Keberangkatan Muhammad Kahfirossi Satria Hantaliandy (19) ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ia menjemput peluang emas untuk menimba pengalaman dan menguji kemampuan di Negeri Gajah Putih. Dijemput langsung oleh player agent Romanus Seran Bria yang terbang dari Bangkok, Kahfi memulai babak baru dalam perjalanan karier sepak bolanya.
Selama berada di Thailand, Kahfi akan menjalani program latihan bersama akademi lokal, tim kampus, hingga klub profesional peserta Thai League 3 dan 2. Ia juga dijadwalkan mengikuti sesi bersama Inter Thailand Academy sebagai bagian dari proses adaptasi sebelum kompetisi resmi bergulir pada Juni–Juli mendatang.
Kesempatan ini diraih bukan tanpa proses panjang. Kahfi sebelumnya tampil gemilang di final Liga 4 Surabaya bersama Semut Hitam binaan Raja Siahaan. Ia juga dua musim memperkuat Baju Ijo U-17 di ajang Piala Soeratin Jawa Timur, serta aktif di Liga Futsal Surabaya dan Liga Persebaya U-18 bersama Sasana Bhakti. Di sela aktivitasnya sebagai mahasiswa semester satu FIKK Unesa, ia juga membantu melatih di SSB PSG Gununganyar Surabaya — menunjukkan karakter pekerja keras dan jiwa kepemimpinan sejak dini.
Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak, mulai dari Jetras, Unika, Elang Bali, DWP Inspektorat Jatim, hingga salah satu Exco PSSI. Semua menjadi energi tambahan bagi Kahfi untuk membawa nama Surabaya dan Indonesia lebih jauh.
Menurut Coach Roman, sepak bola Thailand dikenal profesional dengan dukungan sponsor kuat serta persaingan ketat karena banyak pemain asing dari Jepang, Vietnam hingga Afrika. Namun di situlah peluang terbuka lebar bagi talenta muda yang siap bekerja keras dan beradaptasi cepat.
Perjalanan ini menjadi simbol bahwa mimpi anak muda Indonesia tidak mengenal batas. Dengan disiplin, dedikasi, dan dukungan keluarga serta komunitas, Kahfi deRossi membuktikan bahwa langkah kecil dari Surabaya bisa menuju panggung internasional.
Bangga, optimis, dan penuh harapan — Kahfi deRossi siap menorehkan cerita baru di Thailand.
Ket. Gambar (ist/sbr): Putu Erik Pratama Putra diduga Mafia Mobil Bali-Lombok rugikan korban hingga miliaran rupiah terkesan kebal hukum
Radar007.com, DENPASAR — Kasus dugaan mafia mobil yang menyeret nama Putu Erik Pratama Putra alias Erik Ceper kembali memantik kegelisahan publik. Dari Bali hingga Lombok, laporan-laporan masyarakat menyusun pola yang sama. Dugaan praktik penggelapan, penipuan, dan jual-beli gelap mobil finance yang merugikan korban hingga miliaran rupiah.
Salah satu kasus yang menjadi pusat perhatian adalah hilangnya Wuling Almaz merah bernilai sekitar Rp460 juta, yang kemudian disebut telah digadaikan bersama sebuah Toyota Raize kuning di Lombok. Sumber lapangan menduga skemanya tersusun rapi—mulai dari pemasangan GPS, proses seolah-olah unit mengalami kredit macet (WO), hingga penguasaan mobil oleh pihak lain yang diduga bagian dari jaringan.
Seorang warga Lombok, Ibu Lilik, turut menjadi korban. Unit yang berada di tangannya akhirnya ditarik kembali oleh perusahaan pembiayaan setelah masuk daftar pencarian lintas wilayah.
Di sisi lain, beredar pula dugaan adanya LP palsu yang masuk ke Polresta Denpasar pada April 2024—yang disebut-sebut dilakukan untuk mengaburkan arah penyidikan dan memindahkan tanggung jawab ke pihak lain.
Sudah Tersangka, Namun Tak Diamankan: Publik Kian Gerah
Dokumen internal yang beredar menunjukkan bahwa Putu Erik disebut telah berstatus tersangka berdasarkan administrasi penyidikan Subdit 3 Unit 1 Ditreskrimum Polda Bali, nomor:
B/777/V/RES.1.11/2025/Ditreskrimum (19 Mei 2025).
Namun memasuki Desember 2025, belum ada upaya penangkapan.
Padahal laporan terhadapnya disebut sudah belasan, termasuk:
LP/B/284/VI/2023/SPKT/Polda Bali, tertanggal 5 Juli 2023.
Kondisi ini memunculkan dugaan pembiaran. Masyarakat bertanya-tanya: Mengapa tersangka dengan begitu banyak LP masih bebas berkeliaran?
Klaim Erik Picu Gejolak:
“Masalah sudah diserahkan ke Lawyer dan Bapak Agus Kabidpropam”.
Letupan kemarahan publik terjadi ketika pada 8 Desember 2025 pukul 17.43, beredar informasi bahwa Erik diduga mengatakan:
“Masalahnya sudah saya serahkan ke lawyer, dan lawyer nanti yang akan menghubungi Kabid Propam Polda Bali.”
Ucapan itu menjadi titik kritis.
Bukan karena ada bukti keterlibatan pejabat, melainkan karena klaim tersebut keluar dari mulut terduga pelaku sendiri.
Pertanyaan pun membuncah: Apakah Erik sekadar menjual nama pejabat untuk menakuti korban?. Apakah ini bentuk manipulasi psikologis pelaku agar tampak kebal hukum?. Atau justru ini membuka ruang dugaan publik bahwa ada oknum yang harus diusut lebih jauh?.
Tokoh masyarakat menilai bahwa nama pejabat tinggi yang dibawa-bawa oleh terlapor adalah hal yang sangat serius.
Mereka menegaskan, bahwa institusi harus memastikan kebenaran ucapan tersebut agar tidak menjadi fitnah, tidak menimbulkan persepsi negatif, sekaligus menjaga kehormatan Polri.
Dugaan Setoran ke Oknum: Isu Liar yang Harus Diusut, Bukan Dipercaya Mentah-Mentah
Salah satu sumber lapangan menyebut bahwa Erik Cs diduga pernah mengaku memberikan uang kepada seseorang berinisial AKP NS. Kebenaran klaim itu tentu harus diuji, bukan dipercaya begitu saja.
Jika suatu hari terbukti, maka potensi pidananya mencakup dan potensi pidana bergantung hasil penyelidikan resmi akan muncul antara lain;
1. Pasal 372 KUHP — Dugaan penggelapan
2. Pasal 378 KUHP — Dugaan penipuan
3. Pasal 263 KUHP — Dugaan pemalsuan dokumen/LP
4. Pasal 480 KUHP — Dugaan penadahan mobil
5. UU Tipikor Pasal 12B — Dugaan gratifikasi
6. UU Tipikor Pasal 3/12 huruf e — Dugaan penyalahgunaan wewenang (jika melibatkan oknum)
Namun, perlu digarisbawahi semua masih sebatas dugaan masyarakat dan klaim sepihak yang harus dibuktikan secara hukum. Para korban tersebut geram karena pernyataan-pernyataan Erik dinilai seolah menempatkan institusi kepolisian sebagai tameng pribadi.
“Kalau dibiarkan, wibawa Polri bisa rusak oleh ulah satu orang,” ujarnya.
Publik Mendesak Mabes Polri Turun Tangan
Gelombang desakan tak terbendung. Korban meminta Mabes Polri membentuk tim khusus agar penanganan tidak lagi bergantung pada dinamika lokal yang rawan disusupi kepentingan pihak-pihak tertentu.
“Kerugian sudah miliaran. Jangan sampai ada ruang bermain bagi siapa pun,” ujar salah satu korban.
Kasus ini menjadi batu ujian besar terkait transparansi dan integritas, terutama dalam memastikan tidak ada pejabat mana pun yang namanya diseret tanpa klarifikasi dan tidak ada pelaku yang berlindung dengan mengatasnamakan aparat.
Harapan Korban: Keadilan Tanpa Intervensi, Tanpa Nama yang Diperdagangkan
Para korban menegaskan bahwa penegakan hukum harus steril: “Tidak boleh ada intimidasi verbal, tidak boleh ada jual nama pejabat, tidak boleh ada intervensi oknum, dan penyidikan harus berdiri di atas bukti, bukan klaim sepihak”.
Akhirnya, publik sepakat pada satu hal:
kasus ini harus dibuka seterang-terangnya—bukan hanya terhadap pelaku utama, tetapi juga terhadap klaim-klaim liar yang menyeret nama pejabat agar institusi kepolisian tetap terhormat.(**)
Dokumentasi (ist) SMPN 1 Perak A berhasil meraih juara pertama, Jombang (5/11)
Jombang, Radar007.com – Gelaran POPKAB (Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten) cabang sepak takraw tahun 2025 sukses diselenggarakan di SMPN 2 Peterongan, Jombang. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi ajang pertemuan bagi bibit-bibit unggul sepak takraw dari berbagai SMP di seluruh Kabupaten Jombang, Rabu (5/11).
Pertandingan final kategori putra menyajikan persaingan sengit di antara tim-tim terbaik. SMPN 1 Perak A berhasil meraih juara pertama, menunjukkan performa solid dan strategi yang matang sepanjang pertandingan. SMPN 2 Tembelang B harus mengakui keunggulan lawan dan puas dengan medali perak. Sementara itu,
SMPN 2 Peterongan dan SMPN 1 Tembelang B berbagi tempat ketiga, mencerminkan kekuatan yang merata di kategori putra. Di kategori putri, SMPN 2 Tembelang A berhasil mengamankan gelar juara pertama, menegaskan dominasi mereka di cabang sepak takraw. Tim ini tampil impresif sepanjang turnamen dan berhasil mempertahankan performa puncak di partai final. SMPN 2 Tembelang B juga menunjukkan kualitasnya dengan meraih juara kedua, membuktikan bahwa pembinaan sepak takraw di sekolah ini berjalan sangat baik. SMPN 1 Perak dan SMPN 1 Gudo masing-masing meraih juara ketiga, melengkapi daftar pemenang di kategori putri.
Berikut adalah hasil lengkap final POPKAB Sepak Takraw 2025
Hasil Final Putra
1. Juara I: SMPN 1 Perak A
2. Juara II: SMPN 2 Tembelang B
3. Juara III: SMPN 2 Peterongan
4. Juara III: SMPN 1 Tembelang B
Hasil Final Putri
1. Juara I: SMPN 2 Tembelang A
2. Juara II: SMPN 2 Tembelang B
3. Juara III: SMPN 1 Perak
4. Juara III: SMPN 1 Gudo
Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali persaudaraan antar pelajar di Kabupaten Jombang. Semangat sportivitas dan fair play yang tinggi terlihat jelas selama pertandingan berlangsung.
Kepala Sekolah SMPN 2 Peterongan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta, ofisial, dan pihak-pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini. Beliau berharap, melalui POPKAB ini, akan muncul atlet-atlet sepak takraw yang mampu mengharumkan nama Jombang di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami sangat bangga bisa menjadi tuan rumah POPKAB sepak takraw tahun ini. Semoga acara ini dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus mengembangkan bakatnya di bidang olahraga, khususnya sepak takraw,” ujarnya.
Di sisi lain, SMPN 2 Tembelang semakin dikenal sebagai gudang atlet sepak takraw di Kabupaten Jombang. Dalam setiap gelaran POPKAB, sekolah ini hampir selalu berhasil meraih juara. Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SMPN 2 Tembelang, Muchammad Shokhi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangganya.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih oleh siswa-siswi kami. Ini adalah bukti kerja keras dan dedikasi dari seluruh tim, serta dukungan penuh dari sekolah dan orang tua. Kami akan terus berupaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pembinaan sepak takraw di SMPN 2 Tembelang,” ungkap Muchammad Shokhi.
Dengan berakhirnya POPKAB sepak takraw tahun 2025, diharapkan semangat olahraga dan persaingan sehat terus tumbuh di kalangan pelajar Kabupaten Jombang. Sampai jumpa di POPKAB tahun berikutnya!
Sudah 25 tahun tunggal putra puasa gelar juara All England 2019. Legenda bulutangkis, Haryanto Arbi, meminta agar Jonatan Christie dkk berlatih lebih keras lagi.
Indonesia hanya merebut satu gelar juara dari All England 2019, yakni dari pasangan nonpelatnas, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Dengan kekuatan tiga pemain di sektor tunggal, tak satupun yang lolos ke semifinal.
Anthony Sinisuka Ginting tersingkir di babak pertama, Jonatan Christie menyudahi penampilan di babak kedua, sedangkan Tommy harus pulang setelah kalah di perempatfinal.
Driver Mercedes Valtteri Bottas memenangi seri pembuka Formula 1 2019 dalam Grand Prix Australia. Berikut klasemen pebalap usai race tersebut.
Di Sirkuit Melbourne Park, Australia, Minggu (17/3/2019), Bottas menjadi yang tercepat dengan waktu 1 jam 25 menit 27.325 detik, unggul 20,8 detik dari rekan setimnya di Mercedes Lewis Hamilton.
Hamilton sendiri finis kedua, meski memulai balapan dari posisi terdepan.
Di tempat ketiga ada driver Red Bull Max Verstapen, disusul duo Ferrari Sebastian Vettel dan Charles Leclerc yang mengunci posisi lima besar.
Sementara Bottas pun memimpin klasemen pebalap dengan 26 poin. Driver asal Finlandia itu mendapat tambahan satu poin usai juga berhasil menorehkan waktu lap tercepat dalam balapan kali ini.
Aturan baru F1 sendiri akan memberi peraih waktu lap tercepat dalam posisi 10 besar tambahan satu angka.
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 di Glasgow, Skotlandia, Senin (28/8/2017) WIB.
Owi/Butet mengalahkan pasangan asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 15-21, 21-16, 21-15.
Ini menjadi gelar juara dunia bulu tangkis kedua bagi Tontowi/Liliyana.
Penempatan bola yang mereka lakukan beberapa kali sukses mengelabui Tontowi/Liliyana.
Owi/Butet bangkit pada gim kedua berkat sejumlah kesalahan yang dilakukan Zheng/Chen.
Gim kedua akhirnya dimenangi oleh Tontowi/Liliyana dan pertandingan harus ditentukan melalui rubber game.
Jakarta – Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja 2-0. Sempat buntu di babak pertama, Luis Milla mengubah taktik dan berbuah hasil.
Bermain di Stadion Shah Alam, Malaysia, Kamis (24/8/2017) sore WIB, Luis Milla kembali menurunkan formasi andalal 4-2-3-1. Dengan target meraih kemenangan 3-0 atas Kamboja demi mengamankan tike ke semifinal. Marinus Maryanto Wanewar dimainkan sejak menit pertama.
Marinus disokong oleh Septian David Maulan yang tepat ada di belakang. Sementara itu, Osvaldo Haay dan Saddil Ramdani bertugas sebagai penyisir sisi kanan dan kiri.