Jakarta, RADAR 007– Pernyataan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang menyebut Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai “salah satu Kapolri terbaik sepanjang masa” dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (9/6/2026) dinilai memperkuat pandangan yang telah lebih dahulu disampaikan Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R. Haidar Alwi, sejak tahun 2024.
Saat memberikan sambutan dalam rapat pengesahan RUU Polri di Kompleks Parlemen Senayan, Habiburokhman secara terbuka menyampaikan apresiasinya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Yang kami hormati Pak Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Jarang-jarang beliau hadir di sini. Salah satu Kapolri terbaik sepanjang masa, kita kasih tepuk tangan,” ujar Habiburokhman di hadapan peserta rapat paripurna.
Menanggapi pernyataan tersebut, R. Haidar Alwi menyatakan bahwa apa yang disampaikan Ketua Komisi III DPR RI sejatinya merupakan penegasan atas fakta dan capaian yang selama ini telah terlihat oleh publik.
“Saya bersyukur karena akhirnya semakin banyak tokoh nasional yang melihat secara objektif berbagai capaian Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Apa yang disampaikan Pak Habiburokhman hari ini sejalan dengan apa yang telah saya sampaikan sejak tahun 2024, bahwa Jenderal Listyo Sigit Prabowo layak disebut sebagai Kapolri terbaik sepanjang masa,” kata Haidar Alwi di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurut Haidar Alwi, ukuran keberhasilan seorang Kapolri tidak dapat dinilai hanya dari satu program atau satu peristiwa, melainkan dari kemampuan menjaga stabilitas keamanan nasional, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat penegakan hukum, melakukan reformasi institusi, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Ia mengingatkan bahwa pada awal masa kepemimpinannya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk serangan isu SARA, polarisasi politik, serta tingginya ekspektasi publik terhadap reformasi kepolisian. Namun seluruh tantangan tersebut dijawab melalui kepemimpinan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Beliau tidak hanya dekat dengan pemerintah, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan ulama, tokoh masyarakat, aktivis, akademisi, hingga berbagai elemen bangsa. Pendekatan inilah yang berhasil menjaga stabilitas sosial dan meminimalkan potensi konflik di tengah dinamika politik nasional,” ujarnya.
Haidar Alwi menilai salah satu pencapaian terbesar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah keberhasilannya mengawal berbagai agenda nasional strategis, termasuk Pemilu 2024 yang berlangsung relatif aman, damai, dan terkendali.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi preemtif, preventif, dan pendekatan persuasif yang dijalankan Polri sehingga berbagai upaya provokasi, penyebaran hoaks, maupun serangan terhadap institusi kepolisian tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
Selain menjaga stabilitas keamanan nasional, Haidar Alwi juga menyoroti keberhasilan Polri dalam melakukan transformasi kelembagaan selama beberapa tahun terakhir. Berbagai inovasi pelayanan publik berbasis teknologi seperti ETLE, SIM Online, digitalisasi layanan kepolisian, hingga berbagai sistem pelayanan modern dinilai telah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara signifikan.
“Transformasi digital yang dilakukan Polri menunjukkan bahwa institusi ini terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, mudah diakses, dan semakin akuntabel,” jelasnya.
Di bidang penegakan hukum, Haidar Alwi juga memberikan apresiasi atas berbagai keberhasilan Polri dalam mengungkap kasus korupsi, narkotika, perjudian konvensional maupun daring, kejahatan siber, tindak pidana transnasional, serta berbagai bentuk kejahatan yang merugikan masyarakat dan negara.
“Keberhasilan pengungkapan ribuan kasus korupsi, narkotika, perjudian, dan kejahatan lainnya menunjukkan bahwa Polri terus menjalankan fungsi penegakan hukum secara aktif demi melindungi masyarakat dan menjaga kepentingan negara,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan Operasi Ketupat 2026 menjadi salah satu bukti nyata efektivitas kepemimpinan Kapolri dalam membangun sinergi lintas kementerian dan lembaga. Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran menunjukkan keseriusan Polri dalam menghadirkan perlindungan nyata bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, Haidar Alwi juga mengapresiasi keterlibatan aktif Polri dalam mendukung berbagai program strategis nasional, mulai dari ketahanan pangan, penguatan ekonomi masyarakat, bantuan kemanusiaan, pelayanan kesehatan, penanganan bencana, hingga dukungan terhadap program peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Polri hari ini tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial, mendukung pembangunan nasional, memperkuat ketahanan pangan, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat hingga ke tingkat desa,” katanya.
Menurut Haidar Alwi, berbagai capaian tersebut menjadikan kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai salah satu periode paling progresif dalam sejarah Polri modern.
Ia menegaskan bahwa apresiasi terhadap Kapolri bukan berarti menutup ruang evaluasi dan kritik konstruktif. Sebaliknya, keberhasilan yang telah dicapai harus menjadi fondasi untuk terus memperkuat profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Apresiasi tidak boleh menghentikan perbaikan. Namun jika kita menilai secara objektif berdasarkan capaian, reformasi kelembagaan, modernisasi pelayanan, keberhasilan menjaga keamanan nasional, penegakan hukum, serta kedekatan dengan masyarakat, maka saya tetap berpendapat bahwa Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah Kapolri terbaik sepanjang masa. Dan hari ini, pernyataan Ketua Komisi III DPR RI menunjukkan bahwa pandangan tersebut semakin mendapatkan pengakuan luas,” pungkas R. Haidar Alwi.
Laporan ; Bar. S// Editor: M.S










