Mandi Balimau dan Kenduri Mogang, Bupati Baharuddin Komitmen Lestarikan Budaya Melayu

Batu Bara, Radar007.com – Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., memimpin langsung Pelaksanaan Tradisi Kenduri Mogang dan Mandi Balimau Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 yang digelar di Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (16/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penutupan Pesta Tapai sekaligus menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Tradisi yang sarat nilai budaya dan religi tersebut diawali dengan penyembelihan lima ekor sapi. Satu ekor sapi diperuntukkan bagi makan bersama dalam Kenduri Mogang, sedangkan empat ekor lainnya dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Batu Bara sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan menjelang Ramadan.

Dalam sambutannya, Bupati Batu Bara menegaskan pentingnya menjaga dan mempublikasikan tradisi Kenduri Mogang dan Mandi Balimau sebagai bagian dari warisan budaya tak benda daerah.

“Kenduri Mogang dan Mandi Balimau ini harus dipublikasikan sebagai bagian dari budaya nonfisik yang kita miliki. Kita ingin menunjukkan kepada khalayak luas bahwa di Batu Bara terdapat banyak tradisi yang perlu dilestarikan,” ujar Bupati Baharuddin.

Dirinya juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam melestarikan nilai-nilai budaya Melayu. Ia mengutip semangat “Takkan Melayu Hilang di Bumi” sebagai penguat tekad menjaga identitas daerah.

Menurutnya, pelestarian budaya juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar setiap daerah menjaga dan merawat situs-situs bersejarah yang dimiliki.

Salah satu situs bersejarah yang menjadi kebanggaan Kabupaten Batu Bara adalah Istana Niat Lima Laras. Bupati Baharuddin menyampaikan bahwa di Sumatera Utara saat ini hanya tersisa dua istana bersejarah, yakni Istana Maimun dan Istana Niat Lima Laras di Kabupaten Batu Bara. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga kelestariannya.

Kegiatan juga diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Tuan Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk, M.A., yang mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.

Prosesi Mandi Balimau turut diikuti oleh Bupati Baharuddin dan Ny. Henny Heridawaty Baharuddin, Wakil Bupati Syafrizal dan Ny. Leli Syafrizal, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan organisasi kemasyarakatan sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan suci.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Batu Bara, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Batu Bara, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Pematangsiantar, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Ir. Yahdi Khoir, unsur Forkopimda Kabupaten Batu Bara, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Batu Bara Nurhaji, serta para organisasi kemasyarakatan se-Kabupaten Batu Bara.

Melalui pelaksanaan tradisi Kenduri Mogang dan Mandi Balimau ini, Bupati Batu Bara berharap semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta pelestarian budaya daerah terus terjaga demi mewujudkan Batu Bara yang religius, berbudaya, dan bahagia.

Sumber: Humas Kominfo Batu Bara 

Reporter: Erwanto

Momentum Imlek Penuh Harapan: Satu Warga Binaan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Terima Remisi Khusus

Batu Bara, Radar007.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku memberikan Remisi Khusus (RK) Hari Raya Imlek kepada satu orang warga binaan beragama Konghucu, Selasa (17/2).

Pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku dan memenuhi persyaratan administratif serta substantif sesuai ketentuan yang berlaku.

Remisi Khusus Hari Raya Imlek diberikan kepada narapidana yang beragama Konghucu dan telah memenuhi syarat, di antaranya berkelakuan baik serta aktif mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana. Besaran remisi yang diterima disesuaikan dengan lamanya masa pidana yang telah dijalani.

Kalapas Labuhan Ruku Hamdi Hasibuan menyampaikan bahwa pemberian remisi keagamaan merupakan hak warga binaan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Ia menegaskan bahwa remisi bukanlah bentuk pengurangan hukuman secara cuma-cuma, melainkan hasil dari proses pembinaan yang dijalani secara konsisten dan penuh kesadaran.

“Remisi ini menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus berperilaku baik dan mengikuti setiap program pembinaan yang ada. Harapannya, mereka dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Momentum Hari Raya Imlek ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana refleksi diri bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri. Dengan adanya remisi khusus ini, diharapkan warga binaan semakin termotivasi dalam menjalani masa pidana dan mempersiapkan diri untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Sumber: Humas Lapas Lavuhan Ruku Batu Bara 

Reporter: Erwanto 

Bupati Baharuddin Tegaskan Pelaksanaan Pesta Tapai Harus Terus Dijaga Kualitasnya

Batu Bara, Radar007.com – Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menegaskan bahwa Pesta Tapai merupakan ikon budaya Kabupaten Batu Bara yang menjadi tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus terus dijaga kualitasnya agar semakin baik dari tahun ke tahun.

Hal tersebut disampaikannya pada saat menutup rangkaian kegiatan Pesta Tapai Tahun 2026 yang digelar di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Minggu Malam (15/2/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Batu Bara menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Pesta Tapai sebagai agenda budaya tahunan kebanggaan masyarakat Batu Bara.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan Pesta Tapai Tahun 2026 ini,” ujar Bupati Baharuddin.

Untuk penyelenggaraan tahun 2027 mendatang, Bupati Baharuddin meminta agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama dalam aspek pelayanan kepada pengunjung. Ia menekankan pentingnya keramahan tuan rumah dalam menyambut tamu dengan semangat, senyum, dan sikap yang santun.

“Pelayanan adalah kunci. Tamu yang datang harus merasakan kenyamanan, sambutan yang hangat, serta kesan positif selama berada di Pesta Tapai,” tegasnya.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk, keseragaman harga, serta keamanan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, hal tersebut menjadi faktor utama agar pengunjung merasa puas dan terdorong untuk kembali hadir pada tahun-tahun berikutnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Batu Bara secara resmi menyatakan Pesta Tapai Tahun 2026 ditutup. Acara penutupan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Selain itu menurut Kepala Dinas UMKM beserta Dinas perindustrian dan perdagangan Batu Bara bahwa perputaran pendapatan selama 28 hari mencapai Rp. 5.896.000.800, ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan.

Melalui Pesta Tapai, Pemerintah Kabupaten Batu Bara berharap tradisi dan nilai-nilai budaya lokal terus terpelihara serta mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah di daerah tersebut.

Sumber: Humas Kominfo Batu Bara 

Reporter: Erwanto

Dukung Ekonomi Kreatif Tingkat Desa, Bupati Batu Bara Kunjungi Sawah Viral Bahagia

Batu Bara, Radar007.com – Sebagai bukti nyata perhatian dan dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat serta penguatan sektor ekonomi kreatif di tingkat desa, menuju Batu Bara yang bahagia, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., mengunjungi persawahan yang dikenal dengan sebutan Sawah Viral Bahagia di Desa Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Minggu (15/2/2026).

Setibanya di lokasi, Bupati Baharuddin disambut antusias oleh para pengunjung yang memadati area persawahan. Suasana penuh keakraban dan kebahagiaan terlihat saat Bupati menyapa warga serta berdialog dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan kawasan tersebut.

Fenomena Sawah Viral Bahagia tidak hanya menarik perhatian masyarakat Kabupaten Batu Bara, tetapi juga pengunjung dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Simalungun, Asahan, dan Deli Serdang. Kehadiran pengunjung dari luar daerah menunjukkan daya tarik lokasi ini sebagai destinasi alternatif wisata terbuka yang menghadirkan panorama persawahan yang asri.

Salah seorang pengunjung asal Simalungun mengungkapkan rasa senangnya atas keberadaan lokasi tersebut. Menurutnya, Sawah Viral Bahagia menjadi pilihan tepat untuk bersantai pada sore hari sambil menikmati pemandangan alam, bersosialisasi, serta mencicipi beragam jajanan UMKM.

Dampak positif juga dirasakan para pelaku UMKM setempat. Seorang pedagang bakso menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Batu Bara atas dukungan terhadap pengembangan kawasan tersebut. Ia mengakui, meningkatnya jumlah pengunjung berdampak langsung pada kenaikan pendapatan para pelaku usaha.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batu Bara menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara untuk terus mendorong pengembangan potensi desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Inovasi berbasis kearifan lokal seperti ini perlu didukung agar menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujar Bupati Baharuddin.

Sumber: Humas Kominfo Batu Bara 

Reporter: Erwanto 

 

Bapenda Batu Bara dan Sumut Perkuat Sinergi Pemungutan PKB dan BBNKB TA 2026

Batu Bara, Radar007.com — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Batu Bara bersama Bapenda Provinsi Sumatera Utara dan Kepala Samsat Lima Puluh menggelar Rapat Koordinasi dan Sinergi Pemungutan Pajak Daerah Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan di Kantor Samsat Lima Puluh, Kamis (12/02/2026).

Rapat ini membahas penyusunan rencana kerja serta penguatan sinergi pemungutan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk tahun anggaran 2026.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat teknis dan pengelola pajak daerah guna menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendapatan daerah.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang solid, transparan, dan berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara demi optimalisasi penerimaan pajak daerah serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sumber: Humas Bapenda Batu Bara 

Reporter: Erwanto 

Sinergi Tanam Jagung, Air Joman Dukung Ketahanan Pangan

Batu Bara, Radar007.com – Penanaman jagung perdana digelar di Lahan Air Joman sebagai langkah nyata optimalisasi lahan produktif di wilayah Sumatera Utara, Jum’at(13/2).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Yudi Suseno, Wakil Bupati Asahan, Kalapas Tanjung Balai Asahan, Kalapas Labuhan Ruku, Pejabat struktural dan Staf Lapas Labuhan Ruku. Penanaman dilakukan sebagai tanda dimulainya pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Program tersebut menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai pondasi ketahanan nasional, sekaligus mendorong seluruh instansi pemerintah untuk berperan aktif dalam penguatan sektor pertanian dan pemberdayaan sumber daya yang ada.

Dalam sambutannya, Yudi Suseno menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara jajaran pemasyarakatan dan pemerintah daerah. Menurutnya, momentum penanaman jagung perdana ini menjadi awal yang baik untuk mengembangkan lahan agar lebih produktif serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan warga binaan.

Ia menegaskan bahwa lahan yang telah diberikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pengembangan sektor pertanian dan peternakan di atas lahan tersebut diharapkan tidak hanya sebatas program sesaat, melainkan menjadi proyek jangka panjang yang mampu berkembang dan berdaya saing ke depan.

Lebih lanjut, Kakanwil berharap kawasan ini dapat menjadi contoh pengelolaan lahan produktif di lingkungan pemasyarakatan. Dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang berkelanjutan, lahan Air Joman diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap program ketahanan pangan sekaligus menjadi sumber pembelajaran keterampilan bagi warga binaan.

Wakil Bupati Asahan dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan siap berkolaborasi dalam mendukung pengembangan pertanian dan peternakan di lahan tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran pemasyarakatan merupakan langkah strategis dalam menciptakan program pembinaan yang produktif dan berdampak luas. Kehadiran pemerintah daerah juga menjadi bukti komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Kalapas Labuhan Ruku menyatakan komitmennya untuk menjadikan lahan di Air Joman sebagai pusat industri pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Ia menegaskan bahwa pengembangan pertanian dan peternakan ini akan dijalankan secara terencana, profesional, dan berorientasi pada hasil yang berkelanjutan.

Dengan dimulainya penanaman jagung perdana ini, diharapkan Lahan Air Joman dapat berkembang menjadi kawasan industri pembinaan yang produktif dan mandiri. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana pembekalan keterampilan kerja bagi warga binaan sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

Sumber: Humas Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku

Reporter: Erwanto

Arahan Kakanwil, Perkuat Keamanan Selama Bulan Ramadhan

Batu Bara, Radar007.com – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran pemasyarakatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan selama pelaksanaan ibadah berlangsung. Kamis, (12/2).

Kegiatan arahan tersebut dilaksanakan secara virtual dan diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis, termasuk Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, bersama jajaran pejabat struktural.

Kakanwil Yudi Suseno dalam arahannya menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan harus benar-benar diperhatikan dari sisi keamanan dan ketertiban. Ia mengingatkan agar setiap kegiatan yang melibatkan warga binaan, baik sahur, buka puasa, shalat tarawih maupun ibadah lainnya, dipastikan berlangsung dalam situasi yang aman dan terkendali. Menurutnya, suasana religius harus tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek pengamanan.

Secara khusus, Kakanwil menyoroti jam-jam rawan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, seperti saat pembukaan kamar di pagi hari ketika pembagian makanan sahur, momen berbuka puasa, hingga saat pelaksanaan shalat tarawih yang melibatkan banyak warga binaan secara bersamaan. Ia meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan pada waktu-waktu tersebut dengan pengawasan maksimal.

“Jangan underestimate dan jangan over confident. Kita harus lebih waspada dan perketat lagi pengamanan. Jangan terlalu percaya kepada tamping, tetap lakukan kontrol dan pengawasan sesuai SOP,” tegas Yudi Suseno dalam arahannya.

Ia menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme petugas dalam menjalankan tugas, terutama di bulan Ramadan yang memiliki dinamika kegiatan lebih padat dari hari biasa.

Selain soal pengamanan, Kakanwil juga mengingatkan seluruh jajaran untuk bijak dalam menyikapi berita hoaks dan isu-isu negatif yang dapat mencoreng citra institusi. Ia meminta setiap petugas ikut andil dalam menepis informasi yang tidak benar dengan memberikan klarifikasi serta tanggapan yang positif dan membangun.

Tidak kalah penting, ia menegaskan agar seluruh jajaran tidak menjadi “pengkhianat” di kantor sendiri dengan melakukan tindakan yang merugikan organisasi.

Menanggapi arahan tersebut, Kalapas Labuhan Ruku Hamdi Hasibuan menyatakan kesiapan jajarannya dalam melaksanakan instruksi Kakanwil. Ia memastikan seluruh petugas akan meningkatkan pengawasan dan koordinasi selama bulan Ramadan, serta menjaga situasi tetap kondusif.

Hamdi menegaskan bahwa Lapas Labuhan Ruku berkomitmen menyukseskan pelaksanaan ibadah Ramadan dengan tetap mengutamakan keamanan, ketertiban, dan integritas petugas.

Sumber: Humas Kominfo Batu Bara 

Reporter: Erwanto 

Bupati Batu Bara Dorong Pengembangan Pulau Salah Namo dan Pulau Pandang sebagai Destinasi Wisata Unggulan

Batu Bara, Radar007.com – Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., bersama rombongan PT Global Mandalika Group serta jajaran Pemerintah Kabupaten Batu Bara melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan lapangan ke Pulau Salah Namo dan Pulau Pandang, Kecamatan Tanjung Tiram, Rabu (11/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Batu Bara meninjau secara langsung kondisi dan potensi kedua pulau yang dinilai memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

Bupati Baharuddin menyampaikan bahwa Pulau Salah Namo dan Pulau Pandang memiliki keunggulan dari sisi keindahan alam, kebersihan perairan, serta ekosistem laut yang masih terjaga. Menurutnya, potensi ini harus dikelola dengan baik, terencana, dan berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya warga pesisir di Kecamatan Tanjung Tiram.

“Pengembangan destinasi wisata ini tidak hanya bertujuan untuk menarik wisatawan, tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata, membuka peluang usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Bupati Baharuddin.

Dirinya juga menegaskan bahwa kerja sama dengan pihak investor, dalam hal ini PT Global Mandalika Group, menjadi langkah strategis dalam mempercepat pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung pariwisata di kedua pulau tersebut. Namun, ia menekankan bahwa pengelolaan wisata harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kearifan lokal.

Pulau Salah Namo dan Pulau Pandang memiliki beragam potensi aktivitas wisata bahari, di antaranya snorkeling, diving, menikmati panorama bawah laut, serta memancing.

Turut hadir rombongan PT Global Mandalika Group, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batu Bara, Plt. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakab Batu Bara dan Direktur Utama BUMD Kabupaten Batu Bara.

Sumber: Humas Kominfo Batu Bara 

Reporter: Erwanto 

Bapenda Batu Bara Perkuat Program Berlayar

Batu Bara, Radar007.com — Bapenda Kabupaten Batu Bara kembali membuka layanan pajak daerah dalam rangka mendukung program Bupati Batu Bara Sinergi Melayani Masyarakat (Berlayar).

Kegiatan kali ini dilaksanakan di Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, 10 Februari 2026, sesuai agenda yang telah dijadwalkan.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.S.i @baharuddinsiagianshmsi bersama beberapa Kepala OPD, khususnya Plt Kepala Bapenda Kab. Batu Bara Dr. Mei Linda Suryanti Lubis, S.STP, M.A.P @randa_mehra meninjau langsung layanan Bapenda Kab. Batu Bara pada Berlayar kali ini. Sebagai tuan rumah, Camat Tanjung Tiram beserta seluruh kepala desa dan lurah di wilayahnya turut hadir dalam acara tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat desa dapat lebih mudah dalam mengurus berbagai keperluan, khususnya yang berkaitan dengan: Pajak daerah, seperti PBB dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Administrasi kependudukan, seperti pembuatan KTP dan KKPerizinan usaha Program layanan Berlayar ini dilaksanakan secara bergiliran di setiap kecamatan se-Kabupaten Batu Bara sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

Dengan kegiatan Berlayar lebih memudahkan dalam hal melayani masyarakat dalam pembayaran Pajak Daerah. Bapenda menyediakan kanal pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah melalui Kanal Pembayaran seperti Qris, Sumut Link, Dll.

Mari bersama-sama kita sukseskan program Berlayar dengan menjadi warga yang taat pajak serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan melayani, demi terwujudnya Masyarakat Batu Bara Bahagia.

Sumber: Humas Bapenda Batu Bara 

Reporter: Erwanto 

Prof. Sutan Nasomal: Negara Jangan Memiskinkan Guru, Upah Layak dan Perlindungan Hukum adalah Hak Dasar Pendidik Bangsa

Jakarta, Radar007.com — Dunia pendidikan Indonesia kembali dihadapkan pada kenyataan pahit yang tak kunjung terselesaikan: nasib guru yang masih hidup dalam ketidakpastian ekonomi dan minim perlindungan hukum, meskipun mereka memikul tanggung jawab besar mencerdaskan generasi bangsa. Prof Dr Sutan Nasomal, S.E., S.H., M.H., secara tegas menyatakan bahwa kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis anggaran, melainkan masalah keadilan negara terhadap para pendidik.

Menurut Prof Sutan Nasomal, guru adalah fondasi utama keberlangsungan negara. Namun ironisnya, dalam praktik kebijakan, guru justru sering ditempatkan pada posisi paling lemah.

“Guru adalah pejuang ilmu. Mereka mengubah anak-anak dari tidak bisa membaca menjadi cerdas, berakhlak, dan berdaya saing. Tetapi hari ini, banyak guru justru hidup dalam kondisi yang dimiskinkan oleh sistem,” ujar Prof Sutan Nasomal saat menyampaikan pandangannya kepada tim media di Jakarta, Kamis (12/02/2026).

Potret Buram Kesejahteraan Guru

Prof Sutan Nasomal menilai persoalan rendahnya gaji guru, khususnya guru honorer dan PPPK paruh waktu, telah berlangsung terlalu lama tanpa penyelesaian mendasar. Di banyak daerah, guru masih menerima upah jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR), bahkan ada yang hanya ratusan ribu rupiah per bulan.

Fenomena ini kembali mencuat ke ruang publik setelah viralnya video seorang guru PPPK paruh waktu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Fildzah Nur Amalina, yang mengungkapkan hanya menerima insentif sebesar Rp50 ribu. Video tersebut memantik diskusi luas dan memunculkan beragam klarifikasi dari pejabat daerah.

Namun bagi Prof Sutan Nasomal, polemik ini justru menyingkap masalah struktural yang lebih besar.

“Ini bukan soal satu daerah atau satu kasus. Ini adalah potret nasional. Negara tidak boleh berlindung di balik alasan administratif sementara guru hidup jauh dari kata sejahtera,” tegasnya.

Upah Guru di Bawah UMR: Persoalan Hukum dan Keadilan

Dalam pandangan Prof Sutan Nasomal, membayar guru di bawah UMR bertentangan dengan semangat dan prinsip Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Cipta Kerja. Pasal 88 UU Ketenagakerjaan secara jelas menyatakan bahwa setiap pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

“Guru adalah pekerja. Baik di sekolah negeri maupun swasta, mereka bekerja, mengabdi, dan menjalankan fungsi negara. Maka hak upah layak bukanlah belas kasihan, melainkan kewajiban hukum,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peraturan tentang upah minimum dibuat oleh negara dan seharusnya berlaku tanpa pengecualian, termasuk bagi guru honorer dan PPPK.

“Kalau negara bisa tegas kepada buruh pabrik soal UMR, mengapa ragu bersikap adil kepada guru?” tambahnya.

Alasan Anggaran Tidak Bisa Membenarkan Ketidakadilan

Prof Sutan Nasomal mengkritisi alasan klasik keterbatasan anggaran daerah yang kerap dijadikan dalih rendahnya gaji guru. Menurutnya, alasan tersebut tidak dapat dibenarkan secara moral maupun konstitusional.

“Indonesia negara kaya. Anggaran negara besar. Jika guru masih digaji di bawah UMR, itu bukan karena negara tidak mampu, tetapi karena keberpihakan yang keliru,” katanya.

Ia menilai, kebijakan yang membiarkan guru hidup miskin justru berpotensi merusak masa depan bangsa secara sistemik.

Guru Berhak Menuntut dan Negara Wajib Hadir

Lebih lanjut, Prof Sutan Nasomal menegaskan bahwa guru yang menerima upah di bawah ketentuan berhak menuntut keadilan melalui jalur resmi, termasuk melapor ke Dinas Tenaga Kerja atau menempuh mekanisme hukum yang tersedia.

“Hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jika aturan tentang UMR ada, maka negara wajib menegakkannya,” ujarnya.

Ia menilai negara harus hadir sebagai pelindung, bukan sekadar regulator yang pasif.

Perlindungan Hukum Guru Masih Lemah

Selain soal kesejahteraan, Prof Sutan Nasomal juga menyoroti lemahnya perlindungan hukum terhadap guru. Ia menyebut banyak guru justru merasa tidak aman saat menjalankan tugas mendisiplinkan siswa sesuai tata tertib sekolah.

“Tidak boleh lagi ada guru yang dikriminalisasi karena menegakkan disiplin, meminta siswa sholat tepat waktu, melarang merokok, atau menjaga ketertiban sekolah,” tegasnya.

Menurutnya, ketidakpahaman hukum dan minimnya pendampingan membuat guru rentan dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Peran PGRI dan PGHRI Dinilai Belum Optimal

Dalam konteks ini, Prof Sutan Nasomal meminta PGRI dan PGHRI untuk lebih aktif menjalankan fungsi perlindungan dan edukasi hukum bagi guru. Ia mengusulkan agar organisasi profesi tersebut secara rutin menggelar pendidikan hukum dan perlindungan profesi minimal dua kali dalam setahun di setiap wilayah.

Namun ia juga menegaskan batas tegas. “Guru yang melakukan kejahatan pidana tidak perlu dilindungi. Jangan mencederai marwah profesi dengan melindungi pelaku kriminal,” katanya.

Keselamatan Guru adalah Hak Asasi

Prof Sutan Nasomal juga menyoroti kasus-kasus kekerasan terhadap guru, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Ia menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya sistem perlindungan terhadap pendidik.

“Tidak boleh ada lagi guru yang diintimidasi, dianiaya, bahkan cacat fisik karena menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Menurutnya, keamanan guru adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin negara.

Harapan kepada Presiden RI

Di akhir pernyataannya, Prof Sutan Nasomal menyampaikan harapan besar kepada Presiden RI H. Prabowo Subianto agar menjadikan kesejahteraan dan perlindungan guru sebagai prioritas nasional.

“Guru adalah tiang negara. Jika guru sejahtera, negara akan kuat. Jika guru dilindungi, masa depan bangsa akan terjamin,” pungkasnya.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah tidak lagi memandang dunia pendidikan sebatas angka dan administrasi, melainkan sebagai investasi strategis bagi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(***)

 

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.E., S.H., M.H. Pakar Hukum Internasional dan Ekonomi Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia (PKRI) Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus