Menhan Sjafrie Uji Kesiapan Prajurit TNI di Batujajar: Ancaman Makin Kompleks, Profesionalisme Jangan Kendor!

“Berani Karena Benar”

banner 120x600
Dari Batujajar, Menhan Sjafrie Kirim Pesan Tegas: Prajurit TNI Harus Siap Hadapi Medan Perang yang Makin Kompleks (29/8)

BATUJAJAR, Radar007.com — Tantangan pertahanan negara terus berkembang. Medan operasi semakin kompleks, ancaman semakin dinamis, dan kemampuan prajurit dituntut terus meningkat.

Situasi inilah yang menjadi perhatian Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin saat melakukan kunjungan kerja ke Batujajar, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).

Menhan Sjafrie meninjau kesiapan prajurit TNI yang tengah mengikuti Kursus Peperangan Kompleks di Pusdiklatpassus.

Kursus tersebut bukan sekadar agenda pendidikan militer. Di balik latihan dan materi yang diberikan, tersimpan tuntutan besar: membentuk prajurit yang mampu berpikir cepat, bertindak tepat, beradaptasi dengan perubahan situasi, dan tetap profesional ketika menghadapi kondisi operasi yang penuh tekanan.

Perkembangan teknologi dan perubahan karakter ancaman membuat pola peperangan tidak lagi sederhana. Karena itu, prajurit dituntut memiliki kemampuan yang terus diasah dan diperbarui agar tidak tertinggal oleh perkembangan lingkungan strategis.

Di hadapan para prajurit, Menhan Sjafrie menekankan bahwa ilmu, pengalaman, dan kemampuan yang diperoleh selama pelatihan harus memperkuat jati diri mereka sebagai:

Tentara Rakyat.

Tentara Pejuang.

Tentara Nasional.

Tentara Profesional.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kecanggihan alutsista dan teknologi pertahanan harus berjalan beriringan dengan kualitas sumber daya manusia yang mengawakinya.

Sebab, teknologi secanggih apa pun tetap membutuhkan prajurit yang terlatih, disiplin, tangguh, dan profesional.

Kunjungan Menhan ke Batujajar pun menjadi momentum untuk menegaskan satu hal: kesiapan pertahanan tidak boleh sekadar menjadi slogan. Kesiapan harus dibentuk melalui latihan keras, pendidikan berkelanjutan, disiplin, serta kemampuan menghadapi situasi yang terus berubah.

Ketika ancaman semakin kompleks, prajurit harus semakin siap. Ketika medan semakin berat, profesionalisme tidak boleh surut.

 

(Bayu/Penerangan Sersan Jenderal Kemhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *