Viral di Aceh: Oknum TNI Cekcok dengan Sopir di PT Sawit, Diduga Berujung Kehilangan Pekerjaan

banner 120x600
Foto (reel) Diduga Oknum TNI Aktif terlibat Cekcok dengan Sopir truk hingga kehilangan pekerjaan

Radar007.com, ACEH – Sebuah video yang memperlihatkan cekcok panas antara oknum TNI aktif yang bertugas di salah satu PT Kelapa Sawit di Aceh dengan seorang sopir truk mendadak viral di berbagai grup WhatsApp lokal. Insiden ini diduga dipicu oleh larangan bongkar muat yang dikeluarkan oleh oknum TNI tersebut, berujung pada hilangnya mata pencaharian sang sopir yang diketahui merupakan penduduk asli setempat.

Dalam video yang beredar luas, terlihat jelas adanya adu mulut antara oknum TNI dan sopir. Sopir, yang merasa tidak terima dan dirugikan dengan aturan tersebut, mendatangi oknum TNI hingga terjadi percekcokan.

Meskipun lokasi pasti kejadian belum diketahui, video tersebut telah menimbulkan kehebohan di tengah masyarakat Aceh.

 

Desakan Aktivis HAM kepada Institusi TNI

Menanggapi video yang meresahkan ini, Aktivis Hak Asasi Manusia dan penggiat media sosial Aceh, Nyakli Maop, menyuarakan keprihatinannya. Nyakli mendesak institusi TNI agar segera mengidentifikasi dan menindak anggotanya yang terlibat dalam video viral tersebut.

“Permasalahan perut yang diduga akibat aturan oleh oknum TNI tersebut hingga salah satu masyarakat hilang pekerjaannya,” ujar Nyakli Maop.

Ia menambahkan bahwa sopir yang terlibat merupakan penduduk asli tempat PT tersebut beroperasi, dan kehilangan mata pencaharian untuk menghidupi keluarganya akibat aturan dari oknum TNI tersebut.

 

Warga Berharap Kasus Diusut Tuntas

Kasus ini mendapat perhatian serius dari masyarakat, yang khawatir insiden seperti ini dapat melukai perasaan publik, mengingat Aceh adalah bekas daerah operasi militer.

Muhammad, salah satu warga Aceh Timur, berharap agar pihak berwajib dan TNI dapat mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan adil, serta memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terlibat.

“Kami berharap agar tidak ada lagi kejadian serupa di masa depan,” kata Muhammad. Desakan penyelidikan ini diharapkan dapat mencegah kasus ini menjadi polemik dan mengukir luka lama di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau tanggapan dari pihak Komando Daerah Militer (Kodam) setempat maupun manajemen PT Kelapa Sawit terkait insiden dan tuntutan masyarakat ini. Masyarakat mendesak agar penyelidikan segera dilakukan demi tegaknya keadilan bagi sopir yang terdampak.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *