
BOGOR — Radar007.com — Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) resmi membuka lembaran baru pendidikan Tahun Akademik 2026–2027. Sebanyak 1.310 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan kini bersiap menjalani proses akademik yang tidak hanya menuntut kecakapan intelektual, tetapi juga kepemimpinan, integritas, disiplin, dan semangat pengabdian kepada bangsa.
Pembukaan Pendidikan Program Doktor (S-3), Magister (S-2), Profesi, Sarjana (S-1), dan Diploma (D-III) tersebut digelar melalui Upacara Pembukaan Pendidikan di Lapangan Upacara Kampus Bhinneka Tunggal Ika Unhan RI, Sentul, Bogor, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan laporan akademik, 1.310 mahasiswa tercatat mengikuti pendidikan pada Tahun Akademik 2026–2027. Mereka berasal dari beragam jenjang pendidikan, latar belakang keilmuan, daerah, hingga mahasiswa mancanegara.
Upacara tersebut dipimpin Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A. selaku Inspektur Upacara. Dalam kesempatan itu, Rektor secara resmi membuka seluruh program pendidikan bagi mahasiswa baru.
“Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, Selasa tanggal 1 September 2026, pukul 09.06 WIB, Pendidikan Program Doktor, Magister, Profesi, Sarjana, dan Diploma Universitas Pertahanan Republik Indonesia Tahun 2026 saya nyatakan dengan resmi dibuka,” ujar Rektor Unhan RI.
Bukan Sekadar Mengejar Gelar
Dalam amanatnya, Rektor menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Menurutnya, keberagaman mahasiswa yang datang dari berbagai daerah, disiplin ilmu dan bahkan negara menjadi kekuatan tersendiri bagi lingkungan akademik Unhan RI.
Keragaman tersebut diharapkan menjadi ruang untuk saling belajar, memperluas wawasan, membangun jejaring persahabatan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kerja sama dalam menghadapi tantangan masa depan.
Namun, tantangan pendidikan tinggi hari ini tidak cukup dijawab hanya dengan kemampuan akademik.
Rektor menegaskan, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis, strategis, adaptif dan lintas disiplin, selain memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pesan tersebut menjadi penting karena dunia pertahanan dan keamanan terus menghadapi perubahan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, dinamika geopolitik serta berbagai tantangan multidimensi menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang dalam mengambil keputusan.
Dalam konteks itulah, Unhan RI menempatkan pendidikan sebagai bagian strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang pertahanan maupun berbagai disiplin ilmu pendukungnya.
Mahasiswa tidak hanya dibekali wawasan strategis, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemampuan kepemimpinan, integritas, kedisiplinan dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Ilmu Harus Berujung pada Pengabdian
Mengakhiri amanatnya, Rektor mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, bangku pendidikan harus menjadi ruang untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membentuk karakter kepemimpinan yang berintegritas, disiplin dan bertanggung jawab.
Pesannya tegas: pendidikan tidak boleh berhenti pada pencapaian gelar akademik. Ilmu yang diperoleh harus mampu memberikan manfaat dan menjadi bekal nyata dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Jadikan ilmu sebagai kekuatan, teknologi sebagai sarana, dan semangat bela negara sebagai landasan pengabdian kepada bangsa dan negara,” pesan Rektor Unhan RI.
Dengan dibukanya Tahun Akademik 2026–2027, sebanyak 1.310 mahasiswa tersebut kini memasuki fase baru. Tantangannya bukan sekadar bagaimana menjadi lulusan yang unggul, tetapi bagaimana ilmu, kepemimpinan dan karakter yang dibangun selama pendidikan mampu menjawab kebutuhan bangsa di masa depan.
(Bayu/Ugl/One)










