Bukan Duel, Tapi Ujian Hukum: Hercules Tantang Polemik, Kasus Kematian Pedagang Cermin Harus Dibongkar Tuntas

Berani Karena Benar

banner 120x600

JAKARTA, Radar007.com — Polemik terkait tewasnya Bambang Setiawan, pedagang cermin yang menjadi korban pengeroyokan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, usai demonstrasi 27 Agustus 2026, mulai mengarah ke persoalan yang lebih serius: siapa sebenarnya pelaku pengeroyokan, siapa yang bertanggung jawab, dan sejauh mana aparat mampu membongkar kasus ini secara terang-benderang?

Ketegangan sempat mencuat setelah Habib Bahar bin Smith mendatangi keluarga korban dan menyampaikan pernyataan keras. Bahar meminta para pelaku dikumpulkan dan menyatakan siap menghadapi siapa pun yang bertanggung jawab atas kematian Bambang, termasuk apabila nantinya terdapat pihak yang dikaitkan dengan GRIB Jaya.

Bahar juga mendesak aparat penegak hukum tidak berhenti pada pemeriksaan permukaan, tetapi segera mengungkap serta menangkap para pelaku pengeroyokan.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules. Alih-alih membalas tantangan dengan tantangan, Hercules memilih menghubungi Bahar melalui sambungan telepon.

Dalam komunikasi tersebut, Hercules menyatakan tidak memiliki persoalan pribadi dengan Bahar. Ia meminta agar keduanya tidak diadu domba oleh informasi yang beredar di media sosial serta membantah keterlibatan kelompoknya dalam pengeroyokan di Pejompongan.

Hercules menyebut aktivitas kelompoknya berada di wilayah Jakarta Barat, bukan di lokasi kejadian, Pejompongan, Jakarta Pusat. Karena itu, ia meminta agar nama dirinya maupun GRIB Jaya tidak dikaitkan dengan perkara tersebut sebelum aparat menemukan fakta dan bukti hukum.

Di sinilah persoalan sebenarnya berada.

Publik tidak membutuhkan duel, adu kekuatan, atau perang pernyataan. Publik membutuhkan kepastian hukum.

Jika benar tidak ada keterlibatan GRIB Jaya, maka penyidik harus mampu membuktikannya secara terang. Sebaliknya, apabila dalam proses penyidikan ditemukan bukti yang mengarah kepada individu atau kelompok tertentu, siapa pun orangnya, proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu.

Jangan sampai kematian seorang warga hanya berubah menjadi perang narasi di media sosial, sementara pelaku sebenarnya justru lolos dari jerat hukum.

Bambang bukan sekadar nama dalam sebuah berita. Ia adalah korban yang kehilangan nyawa. Seorang pemuda bernama Faturohman juga dilaporkan mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Karena itu, kasus ini layak mendapat perhatian serius. Siapa yang memulai pengeroyokan? Siapa yang melakukan kekerasan? Siapa yang memprovokasi? Apakah ada kelompok tertentu yang terlibat? Dan apakah seluruh rangkaian peristiwa sudah dibongkar secara utuh oleh penyidik?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak boleh dijawab dengan asumsi, tekanan massa, ataupun opini media sosial.

Hercules sendiri memilih jalur berbeda. Ia mengajak Bahar bertemu dan bersilaturahmi, bahkan menyatakan siap menerima kedatangan Bahar di kantornya dan menjamin pertemuan tersebut berlangsung aman.

Sikap itu setidaknya menunjukkan bahwa polemik personal tidak harus berkembang menjadi benturan terbuka.

Namun, meredanya ketegangan antara dua tokoh bukan berarti kasus kematian Bambang selesai.

Justru setelah polemik mereda, perhatian harus kembali diarahkan kepada aparat penegak hukum.

Jangan ada drama duel. Jangan ada pengalihan isu. Jangan ada korban yang dilupakan.

Yang harus berdiri paling depan adalah hukum.

Publik menunggu satu hal: pengungkapan kasus secara transparan dan penetapan siapa pun yang terbukti bertanggung jawab berdasarkan alat bukti, bukan berdasarkan tekanan, kedekatan, ataupun nama besar kelompok.

Sebab ketika nyawa seorang warga melayang di tengah kerumunan dan pelakunya belum terungkap secara tuntas, maka pertanyaan terbesar bukan lagi siapa yang berani menantang siapa.

Pertanyaannya: berani atau tidak aparat membongkar seluruh fakta dan menyeret pelaku sebenarnya ke meja hukum?

 

Radar007.com — Berani Karena Benar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *