
*PURWOREJO* – Satu perempat abad bukan waktu sebentar. Di usia ke-25, IAI An-Nawawi Purworejo menegaskan arah baru: menjadi kampus Islam unggulan yang tetap berpijak pada tradisi pesantren.
Penegasan itu disampaikan Rektor IAI An-Nawawi, Hj. Ashfa Khoirun Nisa’ alias Irun, saat malam puncak Dies Natalis ke-25 di Auditorium K.H. Nawawi Shiddieq, Sabtu malam [30/5/2026].
Di hadapan sivitas akademika, Irun menyebut 25 tahun adalah titik tolak. Bukan untuk selebrasi, tapi untuk lompatan.
“Usia seperempat abad ini fondasi kita. Ke depan, An-Nawawi harus jadi institut yang unggul, adaptif, berdaya saing, tapi tetap berakar kuat pada nilai-nilai pesantren,” tegasnya.
*Jawab Tantangan Digital, Kuncinya Soliditas*
Irun mengakui tantangan kampus hari ini jauh lebih rumit. Teknologi bergerak cepat, dunia kerja berubah, dan ekspektasi masyarakat naik.
Tapi menurutnya, inovasi saja tidak cukup. Kuncinya ada pada kerja bareng.
“Kualitas institusi tidak lahir dari satu orang hebat. Ia tumbuh dari budaya kolektif. Tidak ada bagian yang bisa jalan sendiri. Semua harus saling menguatkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan, jalan menuju kampus unggulan pasti terjal. Namun rintangan itu bisa dilewati jika seluruh elemen kampus menjaga semangat kebersamaan.
“Selama kita kompak, saling mendukung dan menghargai, tidak ada tantangan yang terlalu besar,” tambah Irun.
*Perayaan Usia, Penegasan Komitmen*
Menutup sambutan, Irun mengajak seluruh hadirin memaknai Dies Natalis lebih dalam.
“Jadikan malam ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia. Ini perayaan komitmen. Komitmen kerja lebih baik, layani lebih baik, belajar lebih baik, untuk masa depan kampus yang lebih baik,” pungkasnya.
Mustakim
www.radar007.com



