
*PURWODADI, PURWOREJO* – Pasar Purwodadi berubah jadi panggung meriah, Minggu 21/6/2026. Lebih dari 300 kicau mania dari Purworejo, Kebumen, Jogja, hingga Temanggung adu suara burung dalam gelaran lomba yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jateng bareng komunitas Gimseko, Kicau Mania Selatan Kota Purworejo.
Tak sekadar gantang burung, acara ini jadi etalase kreativitas Desa Purwodadi. Sebelum lomba dimulai, warga disuguhi pentas budaya: Tari Gambyong dari Sanggar Sekar Tari, Jaran Kepang Turonggo Aji Kusumo, dan tari Dolalak Sedoyo Putri Lestari.
Anggota DPRD Purworejo, Awan Yoga Kurniawan, yang hadir langsung mengapresiasi. Menurutnya, ini kegiatan kedua di Purwodadi setelah April 2026 lalu.
“Desa sekarang dituntut kreatif. Dan Purwodadi ini contoh desa yang kreatif. Ada kolaborasi keren: seni budaya tampil, konten kreator diundang, UMKM dikasih lapak. Harapannya jelas, Purwodadi bisa jadi desa wisata,” tegas Awan.

Awan menyebut lomba ini jadi wahana kompetisi sehat bagi peternak dan penghobi. “Ekonomi kreatifnya jalan. Peternak dapat pasar, seniman dapat panggung, UMKM laku. Semua kena imbas positifnya,” tambahnya.
*Dihadiri Pejabat, Dinilai Juri Kompeten*
Acara ini turut dihadiri Camat Purwodadi, perwakilan Dinporapar Purworejo, Kades Purwodadi beserta perangkat, dan ratusan warga.
Pengurus FIC yang juga pembicara acara, Ivan, menjelaskan teknis lomba. “Peserta tembus 300-an. Kelasnya ada Murai Batu, Murai Batu Muda, Cendet, Cucak Ijo, Kacer, Kenari, sampai Love Bird,” kata Ivan.
Penilaian dilakukan dewan juri kompeten. “Yang dinilai itu volume, irama lagu, gaya, dan kestabilan bunyi burung. Juri wajib objektif dan profesional,” jelas Ivan. Hadiahnya berupa piala dan uang pembinaan.
Ivan menambahkan, kegiatan serupa rutin digelar dinas tiap tahun. “Nggak cuma Purworejo. Magelang, Temanggung juga ada. Tujuannya sama: menggerakkan ekonomi kreatif.”
*Harapannya: Rutin Digelar, Sinergi Makin Kuat*
Baik Awang maupun Ivan berharap event ini berkelanjutan. “Yang menikmati bukan cuma penghobi burung. Warga senang nonton seni, UMKM hidup. Kalau rutin, sinergi antara UMKM, pelaku seni, peternak, dan kicau mania makin kuat,” tutup Ivan.
Ivan juga berpesan soal sportivitas. “Juri harus adil. Pemain juga harus profesional, taati aturan panitia. Biar lombanya sehat,” pungkasnya.
Mustakim
www.radar007.com





