
Kolaborasi Mahasiswa Jadi Acelerator Program Kepemudaan di 16 Kecamatan
PURWOREJO – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan – Dinporapar Kabupaten Purworejo menilai kolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – KKN Universitas Gadjah Mada – UGM menjadi praktik baik dalam mengakselerasi program
Kecamatan Berdaya dan implementasi Rencana Aksi Daerah – RAD Pelayanan Kepemudaan
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kepemudaan dan Kepramukaan Dinporapar Kabupaten Purworejo, Eny Widiarti, S.Si.T., M.Kes, saat bertemu awak media di Rumah Pringsewu, Rabu 5 Agustus 2026.
Mahasiswa KKN UGM hadir sebagai agen perubahan, fasilitator, dan inovator di tingkat desa. Energi dan ide mereka sangat membantu kami dalam mendorong partisipasi pemuda untuk mewujudkan Kecamatan Berdaya,” ujar Eny.
Dukung 6 Program Strategis Nasional
Eny menjelaskan, program kepemudaan 2026 di Purworejo sejalan dengan 6 Program Strategis Nasional – ProSN yang dicanangkan pemerintah. Antara lain penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan untuk semua, perluasan akses pendidikan, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan program strategis lainnya.
Capaian itu juga ditopang 35 program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah “PITULUNGAN” yang selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat – PHTC nasional. Mulai dari _Pinter Bocahe, Sehat Penduduke, Sejahtera Wargane, Alus Dalane, Rame Pasare_, hingga _Ayem Petanine_.
Visi besarnya jelas: Mewujudkan Purworejo Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif dengan indikator penurunan kemiskinan, penurunan rasio gini, peningkatan indeks daya saing daerah dan indeks religiusitas.
Fokus Pengembangan: Kewirausahaan, Kepemimpinan, Kepramukaan
Di bidang kepemudaan, Dinporapar menjalankan 2 program utama sepanjang 2026:

1. Pengembangan Kapasitas Daya Saing Kepemudaan
Meliputi penguatan wirausaha muda pemula “Jawara Muda” yang telah dilaksanakan Februari 2026, pelatihan kemandirian ekonomi Juli 2026, pengembangan kepemimpinan dan kesukarelawanan 8-9 Juni 2026, serta pemilihan Pemuda Pelopor 15 April 2026. Seleksi Jambore Pemuda dijadwalkan 15-16 September 2026.
Penguatan organisasi kepemudaan bertema kewirausahaan juga akan digelar Agustus-September 2026 di 16 kecamatan, ditutup Latihan Dasar Kepemimpinan pada Oktober 2026.
2. Pengembangan Kapasitas Kepramukaan
Berupa hibah Pramuka Maret 2026 dan pembinaan organisasi kepramukaan di kecamatan berbasis konsep Kecamatan Berdaya.
Koordinasi lintas sektor untuk RAD Pelayanan Kepemudaan sendiri sudah dimulai sejak Rakor pertama 22 April 2026.
Apa Itu Kecamatan Berdaya?
Menurut Eny, Kecamatan Berdaya adalah model pembangunan yang menyatukan komitmen desa, pemerintah, masyarakat, dan stakeholder untuk melindungi hak perempuan, anak, lansia, disabilitas, serta memberdayakan pemuda produktif.
Empat ruang lingkup utamanya: Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak, Perlindungan Lansia dan Disabilitas, Taruna Karya Mandiri – Zilenial, dan Sport Center
Pemuda adalah motornya. Mereka penggerak kegiatan sosial dan ekonomi, pelopor inovasi, dan mitra pemerintah dalam pembangunan,” tegasnya.
Hasil Evaluasi Kolaborasi KKN UGM
Evaluasi praktik baik kolaborasi KKN UGM menunjukkan hasil positif.
Capaian: Terjadi sinergi lintas sektor, sosialisasi Kecamatan Berdaya masif, dan penguatan organisasi kepemudaan serta pemberdayaan desa.
Faktor Pendukung: Komitmen pemerintah, dukungan desa, antusiasme mahasiswa, dan kolaborasi multipihak.
Kendala: Durasi KKN terbatas, data kepemudaan belum merata, dan koordinasi perlu diperkuat.
Rekomendasi ke depan Integrasi tema KKN dengan program daerah, monitoring bersama, replikasi ke 16 kecamatan, dan penguatan koordinasi.
Kolaborasi ini efektif meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung implementasi RAD. Ini bukti bahwa perguruan tinggi bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” pungkas Eny.
Catatan Tambahan
Dinporapar juga mendorong penguatan program lain seperti Sport Center fisik dan non-fisik, Taruna Karya Mandiri usia 16-30 tahun, pelatihan 1000 konten kreator desa wisata, pendampingan sertifikasi halal-HAKI-PIRT gratis, hingga lomba Jambore Pemuda meliputi tari kreasi, pidato bahasa Inggris, karya ilmiah, dan kuliner khas daerah.
Kami mengucapkan terima kasih kepada UGM dan seluruh pihak. Semoga program ini berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa di Purworejo,” tutup Eny Widiarti.
Tim Redaksi
www.radar007.com






