Sukabumi, Radar007.com – Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Potensi tersebut seharusnya menjadi kekuatan besar bagi sektor pariwisata, ekonomi kerakyatan, pelestarian lingkungan, hingga pendidikan karakter generasi muda. Namun, di berbagai daerah, masih banyak kawasan pesisir yang dinilai belum tertata optimal, minim fasilitas publik, dan belum dikelola secara maksimal sebagai destinasi wisata unggulan.
Sorotan itu disampaikan Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, saat memberikan keterangan kepada sejumlah pemimpin redaksi media pada Kamis (9/7/2026).
Menurut Prof. Sutan, potensi besar yang dimiliki Indonesia tidak boleh terus terkalahkan oleh lemahnya perencanaan pembangunan dan kurangnya perhatian terhadap kawasan pesisir. Ia menilai pemerintah daerah harus menjadikan pantai sebagai wajah kemajuan daerah, bukan sekadar lokasi yang ramai saat musim liburan lalu kembali terabaikan.
“Pantai adalah aset strategis bangsa. Jika ditata secara serius, kawasan pesisir akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, sekaligus menjadi ruang edukasi bagi anak-anak untuk mencintai alam Indonesia,” tegasnya.
Prof. Sutan mendorong Presiden Prabowo Subianto agar menginstruksikan seluruh kementerian terkait, gubernur, bupati, dan wali kota membangun sinergi nasional dalam penataan kawasan pantai melalui dukungan pendanaan dari APBN maupun APBD.
Ia mengusulkan pembangunan kawasan pantai yang ramah keluarga melalui taman tematik, ornamen seni, rumah-rumah dekoratif, patung satwa, jalur pejalan kaki yang nyaman, penerangan yang memadai, area bermain anak, ruang UMKM, serta toilet umum yang bersih dan mudah diakses.
Menurutnya, pembangunan seperti itu bukan sekadar mempercantik kawasan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi ekonomi daerah.
Secara khusus, Prof. Sutan menilai Pantai Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar menjadi contoh nasional apabila penataan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Ia berharap kepemimpinan Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., mampu menghadirkan perubahan nyata sehingga Pelabuhan Ratu berkembang menjadi kawasan wisata yang bersih, aman, modern, berbudaya, dan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain pembangunan fisik, Prof. Sutan juga mengusulkan agar setiap peringatan hari besar nasional dimanfaatkan untuk menggelar festival budaya, lomba rakyat, olahraga pantai, edukasi lingkungan, hingga pentas seni yang melibatkan masyarakat lokal. Menurutnya, kegiatan tersebut akan memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kunjungan wisata.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan kawasan pesisir sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, dan kualitas fasilitas publik.
“Indonesia tidak boleh memiliki garis pantai terpanjang tetapi tertinggal dalam pengelolaannya. Pantai harus menjadi kebanggaan bangsa, bukan simbol pembiaran. Masyarakat menunggu karya nyata yang dapat dirasakan manfaatnya, bukan sekadar wacana pembangunan,” tutup Prof. Dr. Sutan Nasomal.
Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH.
Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum YPLBH Prof. Dr. Sutan Nasomal SH., MH., Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMI), serta Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus.








