Jakarta| Radar007.com
Pakar hukum internasional, Sutan Nasomal, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus amoral yang terjadi di lingkungan kampus, khususnya di Universitas Indonesia.
Menurutnya, dunia kampus seharusnya menjadi ruang intelektual yang bersih dan bermartabat, bukan justru tercoreng oleh perilaku yang melanggar norma dan hukum.
“Jika dibiarkan, ini akan mencederai kepercayaan masyarakat yang menitipkan anak-anaknya untuk dididik menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (15/4/2026).
Ia menilai, pelaku yang terbukti mencemarkan nama baik dunia pendidikan harus diberikan sanksi tegas agar menimbulkan efek jera, baik di kampus besar maupun kecil di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan itu, ia juga berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menugaskan kementerian terkait untuk melakukan pembinaan rutin terhadap pengelola kampus, dosen, dekan, hingga rektor di seluruh Indonesia.
Desak Proses Hukum Kasus Dugaan Pelecehan
Sutan Nasomal secara tegas meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Fakultas Hukum UI.
Ia menilai kasus tersebut sangat memalukan, mengingat institusi tersebut merupakan salah satu fakultas hukum ternama di Indonesia.
“Ini sangat keji dan tidak bisa ditoleransi. Jika terbukti, harus segera diproses hukum,” ujarnya.
Penanganan kasus ini, lanjutnya, harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Viral di Media Sosial, Libatkan Mahasiswa
Kasus ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan dalam grup chat yang diduga melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum UI. Dalam percakapan tersebut, terdapat dugaan pelecehan seksual verbal dengan pembahasan tidak pantas terkait tubuh perempuan.
Korban disebut tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga dosen hingga kerabat pelaku.
Pihak Fakultas Hukum Universitas Indonesia telah mengonfirmasi menerima laporan terkait kasus tersebut dan mengecam keras tindakan yang terjadi.
Dalam forum internal yang digelar pada 13 April 2026, salah satu dosen mengaku terkejut karena namanya disebut dalam percakapan tersebut.
Minta Menteri Bertindak Tegas
Selain itu, Sutan Nasomal juga mendesak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, untuk segera mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Ia menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh di lingkungan kampus guna mencegah terulangnya kasus serupa.
“Pembinaan dan pengawasan harus diperketat agar dunia pendidikan benar-benar menjadi tempat yang aman dan bermartabat,” pungkasnya.(red)












