Makassar. Radar007.com – Pemberitaan dugaan judi sabung ayam yang melibatkan satuan Batalyon Kostrad di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menuai sorotan baru. Seorang warga yang disebut atas nama ASR mengaku tidak mengetahui apa-apa soal pemberitaan tersebut, namun justru diduga dipaksa membuat video klarifikasi dan dijadikan korban.
Pemberitaan itu sebelumnya viral di berbagai platform media sosial hingga menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Salah satu media online memberitakan pada 23 Agustus 2026 dengan judul, “Dugaan Judi Berkedok Perlombaan Final Ayam Bangkok Disebut Digelar di Kostrad dengan Taruhan Rp500 Juta”, yang kemudian dipenuhi beragam komentar netizen. Dalam pemberitaan tersebut, sumber menyebut pertandingan yang dimaksud — Yolanda versus Theptroy — bukan bagian dari perlombaan umum, melainkan partai yang telah disepakati sebelumnya atau disebut big game.
Dipanggil Tengah Malam untuk Diklarifikasi
ASR mengaku baru mengetahui namanya terseret dalam kasus ini ketika salah satu awak media menghubunginya lewat panggilan telepon WhatsApp sekitar pukul 23.21 WITA pada Minggu (23/8/2026). Saat itu, ia diminta hadir untuk mengklarifikasi pemberitaan dugaan judi yang melibatkan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Sesampainya di lokasi, sebuah kedai kopi di Jalan Toddopuli, Kota Makassar, ASR mendapati media online berinisial RM bersama lembaga LPK berinisial A.IR sudah berada di tempat lebih awal.
“Ironisnya, sesampai di tujuan kedai kopi, puluhan orang berbadan kekar dan berambut cepak sudah menunggu, yang diduga berasal dari Denpom XIV/4 Makassar,” ungkap ASR menceritakan situasi saat itu.
Dinyatakan Tidak Terkait, Namun Diduga Dipaksa Minta Maaf
Dalam pertemuan tersebut, ASR telah menjelaskan dan mengonfirmasi bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan pemberitaan yang beredar. Ia juga menegaskan bukan pembuat maupun penulis narasi yang viral di media sosial terkait dugaan sabung ayam di wilayah Kostrad.
“Iya betul, Bang. Kalau itu saya tidak mengetahui atas pemberitaan terkait sabung ayam di wilayah Kostrad. Kalau pemberitaan itu bukan saya yang buat,” ungkap ASR kepada media Radar007.com, Selasa (25/8/2026).
Namun yang disayangkan, dalam pertemuan yang disebut sebagai mediasi tersebut, ASR justru diduga dipaksa membuat video klarifikasi oleh RM dan A.IR untuk memenuhi hak jawab atau tanggapan terhadap pemberitaan yang dinilai merugikan nama institusi terkait.
“Saya sangat dirugikan dengan adanya video klarifikasi yang meminta maaf atas hal yang beredar di media sosial, karena saya tidak ada kaitannya dalam pemberitaan tersebut. Saya hanya dijadikan korban terkait pemberitaan ini,” tegasnya.
Minta Pengaburan Wajah Demi Keamanan
Atas beredarnya luas video klarifikasi tersebut, ASR menyayangkan langkah pihak terkait. Ia sebelumnya meminta agar wajahnya dikaburkan dalam video yang disebarkan demi alasan keamanan, mengingat isu ini melibatkan satuan elit Batalyon Kostrad yang baru saja viral di media sosial.
“Saya tidak mengetahui permasalahan ini dari awal,” tambahnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kostrad maupun Denpom XIV/4 Makassar terkait dugaan pemaksaan pembuatan klarifikasi terhadap ASR maupun terkait dugaan kegiatan sabung ayam dan perjudian di wilayah satuan tersebut.
(Zarase)










