Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Wujudkan Jalur Kereta Api Bogor–Puncak–Cipanas–Cianjur Selatan: Solusi Macet dan Pengungkit Ekonomi
Jakarta, Radar007.com — Harapan masyarakat agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Bogor–Puncak–Cisarua–Cipanas–Cianjur Selatan kembali menguat. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi solusi strategis untuk mengurai kemacetan kronis yang selama puluhan tahun membelit kawasan Puncak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.
Pakar Hukum Internasional sekaligus pemerhati kemasyarakatan, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto diharapkan dapat menjadikan pembangunan jalur kereta api tersebut sebagai salah satu proyek prioritas nasional.
Menurutnya, kemacetan yang terus terjadi di jalur Puncak selama lebih dari 30 tahun telah menimbulkan kerugian ekonomi yang besar, menghambat mobilitas masyarakat, serta mengurangi daya saing destinasi wisata di Jawa Barat.
“Keberadaan jalur kereta api akan menjadi penggerak ekonomi rakyat, mempercepat akses transportasi, meningkatkan sektor pariwisata, sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama masyarakat,” ujar Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media di Kantor Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, kawasan Asrama Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026).
Ia meyakini Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Prof. Sutan berharap jalur kereta api tersebut nantinya menghubungkan Bogor, Puncak, Cisarua, Cipanas hingga Cianjur Selatan dan terintegrasi dengan jaringan transportasi menuju Kota Bandung maupun wilayah lainnya di Jawa Barat.
Menurutnya, perjalanan darat dari Bogor menuju Cipanas dan Cianjur yang pada musim liburan bisa memakan waktu hingga tujuh jam akibat kemacetan merupakan kondisi yang tidak lagi efisien dan merugikan masyarakat maupun pelaku usaha pariwisata.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa negara-negara maju seperti Jerman maupun Jepang berpotensi tertarik berinvestasi apabila pemerintah membuka peluang kerja sama dalam pembangunan jalur kereta api modern di kawasan tersebut.
“Jawa Barat memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Namun tanpa didukung transportasi massal yang memadai, daya tarik itu tidak akan berkembang secara maksimal. Akibatnya, sebagian masyarakat justru memilih berlibur ke luar negeri,” katanya.
Prof. Sutan menilai pengalaman negara-negara Eropa dalam memanfaatkan jaringan kereta api sebagai penggerak ekonomi telah terbukti mampu meningkatkan mobilitas, investasi, dan kesejahteraan masyarakat selama puluhan tahun.
Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperluas pembangunan jalur kereta api menuju kawasan pegunungan maupun pesisir agar pembangunan nasional semakin merata dan mampu menarik lebih banyak investasi.
Selain mengurangi kemacetan, pembangunan jaringan kereta api dinilai akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.
“Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa. Kini saatnya diperkuat dengan infrastruktur transportasi modern agar mampu menjadi destinasi wisata kelas dunia sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Prof. Sutan Nasomal.
Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.










