Proyek Dinkes Pringsewu Terindikasi ‘Kocok Bekem’. Paket Lari ke Luar Daerah

banner 120x600

PRINGSEWU, Radar007 – Sejumlah paket proyek di Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung telah selesai digelar dan penetapan pemenang terindikasi sudah terkondisikan sesuai arah koordinasi.

Namun, dari sejumlah paket proyek tersebut menimbulkan kecurigaan adanya paket kocok bekam oleh pengguna anggaran.

Cukup disayangkan, proyek bernilai Rp14,3 miliar untuk pembangunan fasilitas kesehatan justru dikerjakan semua oleh perusahaan dari luar daerah.

Hal itu, terpantau dari data laman website LPSE Kabupaten Pringsewu terpublikasi ada 4 (Empat) proyek besar di Dinas Kesehatan tahun anggaran 2026 yang sudah berkontrak. Ironisnya, tidak ada satu pun kontraktor asal Pringsewu lolos dalam penawaran sejumlah pekerjaan tersebut.

Berikut data pemenang lelang pekerjaan konstruksi Dinas Kesehatan Pringsewu:

1. Pembangunan Puskesmas Pringsewu: Rp8.234.954.714,01. Pemenang: CV. DWI BASKORO – Bandar Lampung

2. Pembangunan Ruang Cathlab: Rp3.103.045.357,45. Pemenang: CV. BETIK GAWI JEJAMA – Lampung Selatan

3. Pembangunan Ruang PICU: Rp1.866.981.922,30. Pemenang: CV. PUTRI KEMBAR SEJAHTERA – Bandar Lampung

4. Pembangunan Ruang Cytotoxic: Rp1.179.127.257,17.  Pemenang: CV. LEMBAYUNG SUTRA – Bandar Lampung

Kontraktor Lokal Pringsewu Absen?

Kondisi ini memunculkan sorotan. Kemana kontraktor lokal Pringsewu, Apakah tidak berminat, tidak mampu, atau kalah bersaing?

Ahmad, tokoh masyarakat Pringsewu, mempertanyakan hal tersebut.

“Ini uang rakyat Pringsewu, tapi yang menikmati kontraktor dari Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Kita harus jujur bertanya: apakah pengusaha konstruksi di Pringsewu sudah dibina dengan baik? Atau memang iklim lelangnya tidak berpihak ke lokal?” kata Ahmad, Sabtu (30/8/2026).

Menurutnya ada 2 (dua) kemungkinan. Pertama, kontraktor lokal belum memenuhi syarat administrasi, pengalaman, dan modal untuk paket di atas Rp1 miliar. Kedua, minimnya pembinaan dan informasi sehingga pengusaha lokal tidak ikut serta.

“Pemerintah daerah jangan tutup mata. Kalau terus begini, perputaran uang APBD kita keluar terus. Tenaga kerja, material, keuntungan lari semua ke luar daerah,” tegasnya.

Ahmad mengajak masyarakat dan media untuk mengawal ketat proyek ini. “Siapapun pemenangnya, harus sesuai spek. Dan wajib utamakan pekerja serta material lokal Pringsewu. Jangan sampai uangnya keluar, hasilnya juga asal-asalan,” ujarnya. (Maskur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *