SEMARANG | RADAR007.COM – Dugaan keracunan massal yang dialami 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian publik. Insiden tersebut memicu desakan agar pemerintah melakukan investigasi menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan.
Ketua Umum DPP LSM Harimau, Vio Sari, menilai peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Menurutnya, jika terbukti terjadi akibat kelalaian dalam pengolahan,
penyimpanan, maupun distribusi makanan, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses secara hukum.
“Ini menyangkut keselamatan ratusan siswa dan tenaga pendidik. Jangan ada yang ditutup-tutupi atau dilindungi. Siapa pun yang lalai harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Vio Sari, Jumat (31/7/2026).
Ia menegaskan, Program MBG merupakan program strategis yang seharusnya menjamin keamanan pangan bagi peserta didik. Karena itu, seluruh tahapan mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi wajib memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Vio juga meminta pemerintah bersama aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap pihak penyedia makanan serta membuka hasil pemeriksaan laboratorium kepada publik agar penyebab dugaan keracunan dapat diketahui secara transparan.
“Evaluasi total harus dilakukan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang di sekolah lain. Keselamatan anak-anak adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Selain penanganan medis terhadap para korban, Vio meminta pemerintah memastikan seluruh siswa dan guru yang terdampak memperoleh pelayanan kesehatan maksimal serta pendampingan hingga dinyatakan pulih.
Hingga saat ini, kasus dugaan keracunan massal di SMKN 6 Semarang masih dalam penyelidikan oleh pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti serta menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
(Wahyu)










