
*SEMARANG* – Kabupaten Purworejo selangkah lagi punya Kantor Unit Pelaksana Teknis BPOM. Kepastian itu didapat usai Pemkab Purworejo teken nota kesepahaman dengan BPOM RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa 9/6/2026.
MoU percepatan pembentukan UPT BPOM ditandatangani Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH dan Sekretaris Utama BPOM RI Brigjen Pol Dr Jayadi. Penandatanganan disaksikan langsung Kepala BPOM RI Prof dr Taruna Ikrar, http://M.Biomed., Ph.D serta Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen.
Momen ini bertepatan dengan Kick Off Program Indonesia Sadar Jamu Aman yang digelar BPOM RI. Purworejo sekaligus terpilih jadi satu dari lima daerah pilot project Program Idaman di Jawa Tengah, bersama Sukoharjo, Pati, Surakarta, dan Kota Semarang.
*Perkuat Pengawasan, Lindungi Warga*
Kehadiran UPT BPOM di Purworejo ditargetkan memperkuat pengawasan obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen, dan pangan olahan yang beredar. Selama ini, pengawasan untuk wilayah Purworejo masih diinduk ke kantor BPOM di kota lain.
Purworejo dinilai strategis karena pertumbuhan UMKM, industri rumah tangga pangan, dan distribusi obat cukup pesat. Dengan kantor UPT, pembinaan dan pengawasan bisa lebih cepat, terpadu, dan dekat dengan masyarakat.
“Ini komitmen kami untuk tingkatkan pelayanan publik dan lindungi kesehatan warga. Sekaligus dorong daya saing produk lokal Purworejo agar aman dan sesuai standar,” tegas Bupati Yuli Hastuti.
*Program Idaman: Jaga Marwah Jamu*
Lewat Program Idaman, BPOM RI ingin kembalikan kepercayaan publik pada jamu sebagai warisan budaya yang aman dikonsumsi. Program ini fokus edukasi masyarakat agar cerdas pilih jamu yang sudah memenuhi standar keamanan.
Kepala BPOM RI Prof dr Taruna Ikrar menyebut, jamu adalah identitas bangsa yang harus dijaga kualitasnya dari hulu ke hilir.








