Medan, Radar007.com — PT Shuang Hor Indonesia, melakukan loncing perdana Soft Opening Coffee Lounge di Jalan Sutrisno No.162-166, Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Minggu, (27/09/2026)

Dalam kesempatan ini Mr. Yong Jin Fong menyampaikan, Shuang Hor Indonesia menyediakan fasilitas Cafe Los di Medan.
Mekanisme CP dan Pemanfaatan Cafe Los
CP merupakan singkatan dari Coffee Point, yang digunakan sebagai alat pembayaran atau poin untuk berbagai fasilitas di Cafe Los.
CP dapat digunakan untuk:
– Membeli kopi/minuman;
– Menyewa Cafe Los;
– Menyewa meeting room;
Bagaimana cara mendapatkan CP?
Mekanismenya adalah dengan melakukan top up CP sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam materi sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa setiap top up CP juga memperoleh PV (Point Value) yang berkaitan dengan perhitungan bonus.
Jadi secara sederhana:
Top Up → Mendapat CP + PV → CP digunakan untuk fasilitas Cafe Los.
Tarif Cafe Los Medan
Untuk Cafe Los dengan kapasitas sekitar 100–150 orang, disampaikan tarif penggunaan:
300 CP × Rp370 = Rp111.000
Dengan durasi penggunaan sekitar 4 jam.
Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti:
– Opportunity Review;
– Pertemuan grup;
– Sharing;
– Presentasi;
– Pengembangan jaringan;
– Kegiatan komunitas/member;
– Kegiatan lain sesuai ketentuan pengelola.
– Meeting Room,
Tersedia pula ruangan khusus dengan kapasitas sekitar 8–10 orang.
Tarif yang disampaikan:
40 CP × Rp3.700 = Rp148.000
Dengan durasi penggunaan sekitar 4 jam.
Ruangan tersebut ditujukan untuk pertemuan kelompok kecil atau meeting internal.
Ketentuan Member Diamond
Dalam sosialisasi dijelaskan bahwa member yang telah mencapai status Diamond memperoleh privilege tertentu, termasuk kesempatan menggunakan Cafe Los secara gratis satu kali dalam satu bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagaimana dengan Member Non-Diamond?
Member yang belum Diamond tetap dapat menggunakan fasilitas tersebut, tetapi perlu melakukan konfirmasi atau mendapatkan akses melalui upline Diamond terdekat.
Contohnya, apabila member berada dalam jaringan langsung Bu Vita, maka koordinasi dapat dilakukan melalui Bu Vita atau Diamond lain yang ditentukan sesuai mekanisme komunitas.
Tujuan Cafe Los
Cafe Los tidak hanya dimaksudkan sebagai tempat untuk minum kopi. Fasilitas ini diposisikan sebagai wadah untuk:
Bertemu → sharing → membangun koneksi → mengembangkan jaringan → mengadakan kegiatan bisnis/komunitas.
Karena itu, para member didorong untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara aktif, termasuk mengundang prospek atau anggota jaringan untuk melakukan pertemuan.

Bukan hanya kopi, tapi punya 28 Produk Shuang Hor tersedia
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan kualitas terpercaya. Kebutuhan sehari-hari dapat dilakukan dengan menggunakan Produk Shuang Hor, dengan cara hanya beralih merek dari kebutuhan rumah tangga, dan Produk Shuang Hor terbuat dari bahan-bahan alami dan aman untuk semua orang. Produknya terbukti bermanfaat, hemat dan baik untuk kesehatan.
Berikut dibawah ini, beberapa produk Shuang Hor selain kopi seperti:
– Makanan Kesehatan,
– Produk Bioteknologi,
– Minquman,
– Produk Penjagaan Kecantikan,
– Produk Penjagaan Kebersihan,
– Isi Rumah Produk Pembersihan.
Narasumber mengajak peserta melihat kembali pola kehidupan sehari-hari yang kerap membuat kebutuhan tubuh terabaikan.
Dengan menjaga kesehatan ternyata tidak cukup hanya dengan memastikan tubuh terbebas dari demam, batuk maupun keluhan penyakit. Kualitas hidup juga sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi, pola hidup, aktivitas, istirahat dan kemampuan tubuh mempertahankan kondisi fisiologisnya.
“Sehat itu tidak hanya sekadar tidak demam atau tidak batuk, tetapi bagaimana kualitas hidup kita,” demikian inti pesan yang disampaikan narasumber.
Pantauan awak media Radar007.com, Keren sebagai narasumber, menilai rutinitas masyarakat modern membuat tubuh terus bekerja. Mulai dari bangun tidur, sarapan, bepergian, bekerja, mengurus keluarga hingga berbagai aktivitas lainnya. Bahkan ketika seseorang sedang tidur, sejumlah fungsi vital tubuh tetap berlangsung.
Karena itu, peserta diajak memahami pentingnya tiga aspek utama, yakni nutrisi, gaya hidup sehat dan pertahanan tubuh.
Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa kebutuhan nutrisi secara umum terdiri atas makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien mencakup karbohidrat, protein dan lemak yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah relatif besar. Sementara mikronutrien berupa vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah lebih kecil, tetapi tetap berperan dalam berbagai proses metabolisme dan fungsi tubuh.
Makan Kenyang Belum Tentu Bergizi Lengkap
Salah satu poin yang ditekankan dalam sosialisasi adalah pentingnya keberagaman pangan.
Makanan yang membuat seseorang kenyang belum otomatis berarti seluruh kebutuhan gizinya terpenuhi. Konsumsi hanya satu atau dua jenis pangan secara berulang dapat membuat variasi zat gizi yang diperoleh menjadi terbatas.
Sebaliknya, pola makan yang beragam memungkinkan tubuh memperoleh berbagai zat gizi dari sumber pangan yang berbeda, tentunya dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan kebutuhan masing-masing individu.
“Tidak ada satu pun pangan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan gizi kita,” menjadi salah satu pokok materi yang disampaikan kepada peserta.
Dalam konteks ini, masyarakat juga diingatkan agar tidak memahami nutrisi sebatas persoalan kuantitas makanan. Kualitas, keberagaman dan keseimbangan menjadi bagian penting dalam pola konsumsi sehari-hari.
Tubuh Terus Bekerja, Pola Hidup Jangan Diabaikan
Sosialisasi juga mengangkat kebiasaan yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti kurang tidur, pola makan tidak teratur, minim konsumsi sayur dan buah, aktivitas padat hingga stres.
Kebiasaan tersebut disebut sebagai hal yang perlu menjadi perhatian karena tubuh tetap menjalankan fungsi vital meskipun seseorang sedang beristirahat.
Peserta kemudian diajak untuk tidak hanya menuntut tubuh tetap produktif, tetapi juga memberikan dukungan melalui pola hidup yang lebih sehat dan pemenuhan kebutuhan nutrisi secara proporsional.
Namun demikian, informasi mengenai manfaat suatu produk pangan harus dibedakan dengan klaim medis. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatur secara khusus klaim pada label dan iklan pangan olahan melalui PerBPOM Nomor 1 Tahun 2022. Regulasi tersebut masih berstatus berlaku dan mengatur pengawasan klaim pada label serta iklan pangan olahan.
BPOM juga menegaskan bahwa pelaku usaha tidak boleh mencantumkan pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan, termasuk klaim bahwa pangan olahan dapat berfungsi sebagai obat atau memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi manusia.
Regulasi Kesehatan Makin Ketat
Dari sisi regulasi kesehatan, pemerintah telah menerbitkan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang kemudian dijabarkan melalui PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. PP tersebut antara lain mengatur penyelenggaraan upaya kesehatan serta aspek pembinaan dan pengawasan.
Selain itu, pada 2026 BPOM menerbitkan PerBPOM Nomor 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan, yang berstatus berlaku dan mencabut sejumlah aturan sebelumnya mengenai pencantuman informasi nilai gizi.
Artinya, edukasi mengenai kesehatan dan nutrisi tetap penting, tetapi penyampaian informasi kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan akurasi ilmiah, transparansi informasi produk dan kepatuhan terhadap regulasi.
Pada akhirnya, pesan utama sosialisasi tersebut bukan sekadar bagaimana seseorang dapat tetap beraktivitas sepanjang hari, melainkan bagaimana tubuh yang menjadi penopang seluruh aktivitas itu juga mendapatkan perhatian yang memadai.
Sebab produktivitas membutuhkan energi, tetapi kualitas hidup membutuhkan keseimbangan.
( Erwanto )











