Kab. Semarang | Radar007.com — Pesta minuman keras berubah menjadi mimpi buruk berdarah. Kurang dari empat jam setelah kejadian, jajaran Polres Semarang berhasil membekuk pelaku penganiayaan brutal terhadap seorang perempuan di wilayah Polsek Bergas, Minggu (14/12/2025) dini hari.
Korban, seorang perempuan berusia 24 tahun, ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka serius di kepala dan wajah, usai dianiaya oleh pria yang sudah dikenalnya. Pelaku akhirnya diringkus setelah sempat kabur dan bersembunyi di semak-semak pinggir sungai.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si. memastikan pelaku telah diamankan dan korban selamat.
“Pelaku sudah diamankan dan kini dalam pemeriksaan Sat Reskrim. Korban dalam keadaan sadar dan telah dibawa ke RS Ken Saras untuk mendapatkan perawatan medis,” tegas Kapolres dalam keterangan tertulis.
Kronologi Mencekam Dini Hari
Kapolsek Bergas AKP Harjono, SH. mengungkap, korban Ade Eka (24) warga Kabupaten Temanggung dan pelaku SA (32) warga Samarinda, Kalimantan Timur, memang saling mengenal. Sebelum kejadian, korban bersama seorang teman wanitanya berkumpul dengan tiga pria, termasuk pelaku, sambil menenggak minuman keras di wilayah Pringapus.
Sekitar pukul 01.00 WIB, korban diantar pulang ke kosnya di kawasan Macan Mati, Klepu, Pringapus. Namun situasi berubah mencekam ketika pelaku, yang sudah mengetahui lokasi kos korban, datang menyusul secara diam-diam.
Sekitar pukul 04.00 WIB, teriakan dan suara keributan memecah keheningan dini hari. Tetangga kos yang curiga langsung melapor ke pemilik kos.
Pintu kamar korban didobrak. Korban ditemukan dalam kondisi berdarah, sementara pelaku melarikan diri dengan melompati pagar menuju kebun di belakang kos.
Motif Keji di Balik Penganiayaan
Dari hasil pemeriksaan awal, motif pelaku terbilang keji.
“Pelaku menganiaya korban karena sakit hati dan jengkel setelah ajakannya berhubungan intim ditolak. Pelaku juga berada di bawah pengaruh alkohol,” ungkap AKP Harjono.
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan pabrik di kawasan Pringapus kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sementara itu, pelaku yang sempat bersembunyi di semak-semak tanah kosong di pinggir sungai, akhirnya tak berkutik saat dibekuk petugas.

Penegakan Hukum Tegas
Kasus ini kini ditangani Sat Reskrim Polres Semarang untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi menegaskan tidak akan mentolerir kekerasan, terlebih yang dipicu miras dan nafsu brutal.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bahwa minuman keras kerap menjadi pemicu kejahatan serius, bahkan nyaris merenggut nyawa.












