Jakarta, Radar007.com – Pakar Hukum Internasional dan ekonom, Sutan Nasomal, meyakini nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat akan memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi kerakyatan secara menyeluruh.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak dan daring nasional maupun internasional di Markas YLBHCCI, Jakarta, Selasa (25/2/2026).
Menurutnya, kerja sama antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Amerika Serikat merupakan langkah strategis yang membuka ruang besar bagi percepatan pembangunan di berbagai sektor.
“Kerja sama ini adalah celah besar untuk perkembangan perekonomian nasional dan membantu pembangunan di berbagai sektor secara menyeluruh. Tentu masyarakat Indonesia juga akan merasakan dampaknya,” ujar Prof Sutan.
Ia menilai langkah Presiden Prabowo sebagai kebijakan yang cerdas dan visioner. Menurutnya, pembukaan pintu kerja sama dengan Amerika Serikat memperluas akses pasar sekaligus peluang investasi bagi Indonesia.
Selama satu dekade terakhir, pasar Indonesia dinilai banyak dipengaruhi produk industri dari Tiongkok. Dengan terbukanya peluang kerja sama yang lebih luas dengan Amerika Serikat, Prof Sutan melihat adanya keseimbangan baru dalam dinamika perdagangan global Indonesia.
“Artinya, masyarakat Indonesia memiliki kesempatan lebih luas untuk berdagang dan menikmati keuntungan dari kerja sama industri dengan Amerika,” katanya.
Peluang Ekspor dan Investasi
Prof Sutan juga menekankan pentingnya mendorong ekspor hasil pertanian serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia ke pasar Amerika Serikat.
Menurutnya, jika kerja sama ini diikuti dengan investasi langsung berupa pembangunan pabrik dan kawasan industri di Indonesia, maka dampaknya akan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia berharap investasi Amerika dapat mencapai hingga 800 juta dolar AS, khususnya pada sektor industri manufaktur, pendidikan, pertanian, kesehatan, industri taktis militer, serta pariwisata dan pasar global.
“Jika Amerika membangun banyak pabrik di Indonesia, nadi ekonomi kita akan semakin sehat dan mampu menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya.
Kesiapan SDM dan Lapangan Kerja
Prof Sutan mengingatkan bahwa Indonesia harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal dan kompeten untuk mendukung masuknya investasi dan perluasan kerja sama internasional tersebut.
Ia menyebutkan, setiap tahun terdapat sekitar 80.000 lulusan sarjana (S1) yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Selain itu, jutaan pemuda juga menantikan peluang kerja baru.
“Negara harus menjamin ketersediaan lapangan kerja agar pembangunan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, kerja sama internasional harus tetap mengikuti regulasi ketat, termasuk standar halal, kualitas produk, serta harga yang kompetitif agar mampu bersaing dengan negara lain.
Harapan untuk Masa Depan
Prof Sutan Nasomal menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keberanian dan keterbukaannya dalam menjalin hubungan kerja sama dengan negara-negara maju.
Ia optimistis bahwa melalui kebijakan yang progresif dan kolaboratif, Indonesia dapat semakin maju dan kuat dalam perekonomian global.
“Doa kami sebagai masyarakat, semoga Bapak Presiden selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam memimpin bangsa ini,” pungkasnya.(**)
Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.E., S.H., M.H. Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia.












