Prof Sutan Nasomal: Dunia di Ambang Konflik Besar, Presiden Diminta Siaga Hadapi Ancaman Perang Nuklir

Gbr. Prof.Dr. Sutan Nasomal
banner 120x600

Lebanon, Radar007.com — Situasi konflik antara Iran dan Israel hingga kini masih berlangsung dan diwarnai baku tembak yang terus memanas. Dalam sebulan terakhir, suasana peperangan disebut semakin mencekam dan menimbulkan kekhawatiran global. Ketegangan tersebut bahkan dirasakan oleh masyarakat di berbagai belahan dunia.

Perang antara Israel beserta sekutunya melawan Iran dan sekutunya belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sejumlah pihak mulai memprediksi kemungkinan eskalasi konflik ke arah penggunaan senjata berkekuatan besar, termasuk potensi penggunaan nuklir dalam skala terbatas maupun penuh.

Dalam keterangannya kepada media, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menyampaikan bahwa dampak serangan rudal yang terjadi telah menimbulkan kerusakan signifikan. Ia menyebutkan bahwa kondisi di wilayah Israel semakin tidak aman, bahkan bagi warga yang berlindung di bunker.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa konflik yang melibatkan Amerika Serikat berpotensi berkembang menjadi perang darat. Disebutkan pula bahwa pergerakan pasukan dalam jumlah besar telah terjadi, sementara sejumlah pengamat militer memperkirakan konflik ini dapat berkembang menjadi lebih luas dalam waktu dekat.

Namun demikian, menurut Prof. Sutan, Iran dinilai tetap tenang menghadapi situasi tersebut. Ia menduga terdapat kekuatan besar dan persiapan militer canggih yang telah disiapkan secara tersembunyi oleh pihak Iran. Ancaman penggunaan senjata berdaya hancur tinggi disebut tidak serta-merta membuat Iran gentar.

Ia juga memperkirakan bahwa Iran berpotensi melumpuhkan sejumlah infrastruktur strategis, termasuk pangkalan militer serta jaringan vital seperti sumber daya air dan kabel komunikasi bawah laut, yang dapat berdampak besar terhadap sistem pertahanan lawan.

Selain itu, Prof. Sutan menyebut bahwa negara-negara pemilik senjata nuklir saat ini tengah berada dalam posisi siaga dan melakukan kalkulasi terhadap kemungkinan terburuk. Ia mengingatkan bahwa jika konflik besar terjadi, dampaknya akan sangat luas dan sulit dikendalikan.

Menurutnya, satu-satunya langkah untuk mencegah eskalasi adalah melalui persatuan negara-negara di kawasan Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Afrika untuk meredam potensi konflik global yang lebih besar.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sutan Nasomal juga meminta kepada Presiden Republik Indonesia, Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto, agar mengambil langkah antisipatif. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional guna menghadapi kemungkinan terburuk dari konflik global tersebut.

“Saya mengingatkan agar pemerintah tidak lengah dan tetap mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk penguatan pertahanan nasional demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya dalam keterangan kepada sejumlah pimpinan redaksi media, Kamis (9/4/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya upaya diplomasi internasional untuk mencegah terjadinya perang nuklir yang dapat membahayakan seluruh umat manusia.

Sebagai penutup, Prof. Sutan Nasomal bersama masyarakat berharap agar Indonesia tetap dalam kondisi aman dan damai, serta para pemimpin dunia dapat mengambil langkah bijak guna menghindari konflik berkepanjangan. (**)

 

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., (Pakar Hukum Pidana Internasional, Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *