Foto: Dewi Ariesta
JAKARTA, Radar007 — Semangat Hari Kartini 2026 bergema kuat di ibu kota. Perwakilan Persatuan Umat Islam (PUI) Wanita PW Jakarta Barat, Dewi Ariesta Sarah, hadir dalam peringatan yang digelar Kongres Wanita Indonesia, Selasa (21/4/2026), di Sekretariat KOWANI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Kehadiran lintas organisasi perempuan menjadi sinyal tegas: kolaborasi perempuan Indonesia kian solid dalam melanjutkan api perjuangan Raden Ajeng Kartini di tengah tantangan zaman modern.
Dewi Ariesta menegaskan, peringatan Kartini tahun ini menghadirkan energi baru bagi perempuan untuk bangkit dan mandiri.
“Ini sangat menginspirasi. Perempuan terdorong untuk lebih kuat, lebih mandiri, dan menjaga harkatnya. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berkembang dan semakin besar ke depan,” ujarnya.
Rangkaian peringatan Kartini 2026 yang diinisiasi KOWANI dikemas progresif dan berlapis. Dimulai sejak 19 April melalui Fun Walk Berkebaya Nasional simbol kebangkitan identitas perempuan Indonesia yang melibatkan organisasi, komunitas, hingga masyarakat luas.
Pada tgl 20 April, digelar Renungan Kartini, sebuah forum refleksi yang menggali kembali pemikiran kritis Kartini tentang kesetaraan dan hak perempuan—nilai yang hingga kini tetap relevan, bahkan semakin mendesak.
Puncak acara pada hari ini 21 April menjadi momentum strategis. Bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga mengonsolidasikan peran perempuan Indonesia di tingkat global. KOWANI menegaskan pentingnya pengakuan terhadap warisan intelektual perempuan Nusantara sebagai bagian dari peradaban dunia.
Lebih dari sekadar peringatan, Kartini 2026 tampil sebagai gerakan. Gerakan untuk memperkuat posisi perempuan, memperluas ruang kontribusi, dan memastikan suara perempuan tetap menjadi bagian penting dalam arah pembangunan bangsa.
Di tengah dinamika zaman, satu pesan kembali ditegaskan:
“semangat Kartini tidak boleh berhenti di masa lalu ia harus hidup, bergerak, dan memimpin masa depan”.
(D)










