
- Purworejo – Plt. Kabid Angkutan, Terminal, dan Parkir Dinas Perhubungan Purworejo, Oktha Satriawan, didampingi Kasi Transportasi, Mansyur, menyampaikan hasil diskusi dengan para pengusaha transportasi kepada awak media, Jumat (24/4/2026) di ruang kerjanya. Diskusi tersebut digelar pada Selasa (22/4/2026) di Aula Dinas Perhubungan Purworejo.
Oktha mengungkapkan, kondisi angkutan umum di Kabupaten Purworejo saat ini sangat sepi penumpang. Para pengusaha berharap layanan angkutan umum dapat kembali diminati masyarakat. Meski sulit kembali seperti dulu, setidaknya angkutan umum tetap menjadi pilihan warga.
Untuk itu, Dishub menggali dua sisi permasalahan. _Pertama_, dari sisi penumpang: mengapa masyarakat enggan menggunakan angkutan umum. _Kedua_, dari sisi pengusaha: faktor yang menyebabkan sepinya penumpang. Selain itu, aspek keselamatan juga menjadi perhatian, baik dari sisi kompetensi pengemudi maupun kelaikan armada.
Sebagai solusi, Dishub telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Namun, pihaknya tidak bisa mewajibkan siswa menggunakan angkutan umum, terutama siswa SLTA yang sudah memiliki SIM dan diizinkan mengendarai sepeda motor. Fokus sosialisasi diarahkan kepada siswa yang belum memiliki SIM karena secara aturan belum boleh membawa motor sendiri.
Oktha menambahkan, persaingan dengan ojek online (ojol) turut memengaruhi minat masyarakat. Pengguna jasa kini lebih memilih transportasi yang cepat, nyaman, tepat waktu, aman, dan terjangkau. Setiap pilihan tentu didasari pertimbangan masing-masing.
“Perubahan zaman dan pesatnya teknologi informasi pasti berdampak bagi pengusaha angkutan. Karena itu, kami terus mengampanyekan agar masyarakat kembali menggunakan angkot,” jelasnya.
Saat ini, Dishub menekankan kepada para pengusaha angkutan umum untuk meningkatkan kualitas layanan. Angkutan umum harus mampu memberi jaminan ketepatan waktu, keamanan, dan kenyamanan sehingga penumpang kembali percaya dan memilih angkot sebagai moda transportasi harian.
Mustakim
www.radar007.com




