Purworejo – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, http://S.STP., M.M., menyampaikan sambutan dalam pembukaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 di Gedung Kesenian Purworejo.
“Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu semua. Hadirnya teman, tetangga, dan keluarga untuk memberi dukungan tentu menambah kebaikan bagi kita semua. Alhamdulillah hari ini kita bisa bersilaturahmi di Gedung Kesenian. Bagi yang baru pertama kali datang, _sugeng rawuh_,” sapa Yudhie.
Ia menjelaskan, Gedung Kesenian tidak hanya digunakan untuk kegiatan seni, tetapi juga dapat disewa masyarakat. “Silakan Bapak/Ibu yang ingin memanfaatkan gedung ini untuk acara mantu atau kegiatan lain, bisa menghubungi kami. Namun fungsi utamanya tetap untuk kegiatan seni dan budaya,” tambahnya.
Yudhie mengapresiasi terselenggaranya FLS3N di tengah padatnya agenda pendidikan. Saat ini, sejumlah lomba berlangsung beriringan: FLS3N, POPDA yang belum usai, O2SN, TKA, hingga berbagai try out. Karena itu, ia meminta jajarannya menyelaraskan kalender pendidikan tahun depan bersama Dinporapar dan guru agama agar jadwal kegiatan tidak saling bertabrakan.
“Harapannya, dengan persiapan yang lebih matang, guru dan siswa tidak kerepotan karena jadwal yang berhimpitan,” ujarnya.
Meski FLS3N merupakan agenda rutin, Yudhie menegaskan kegiatan ini tidak boleh dijalankan secara monoton. “Kalau kita cari di Google, FLS3N disebut sebagai lomba bergengsi, berkelas, dan penuh kehormatan. Marwah ini harus kita jaga. Jangan sampai FLS3N hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Kata ‘festival’ mengandung makna kegembiraan. Maka harus bisa dinikmati dan ditonton bersama,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada dewan juri untuk menjunjung tinggi objektivitas. Meski seni dan sastra memiliki sisi subjektif, penilaian harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan jujur. Untuk menjaga integritas, guru SD tidak dilibatkan menilai jenjang SD, begitu pula guru SMP. Hal ini dilakukan untuk menghindari benturan kepentingan.
Kepada pendamping dan orang tua, Yudhie berpesan agar menyisipkan edukasi 4C dalam proses latihan: _critical thinking, collaboration, communication,_ dan _creativity_. “Latih anak berpikir kritis saat menemui kendala, berkolaborasi dalam tim, berani menyampaikan ide, serta berpikir kreatif dan _out of the box_,” jelasnya.
Kepada para peserta, ia berpesan agar tampil percaya diri. “Ini kesempatan anak-anakku mengekspresikan diri. Ikuti lomba dengan sungguh-sungguh. Gugup di awal itu wajar, tapi atasi dengan baik agar kemampuan keluar sepenuhnya. Bagi yang juara, selamat. Yang belum juara, masih ada kesempatan berikutnya untuk berprestasi,” ucapnya.
Menutup sambutan, Yudhie menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan penyelenggaraan. Ia berkomitmen melakukan evaluasi, mulai dari tata suara hingga pendingin ruangan, agar tahun depan lebih baik. “Terima kasih SMP 4 yang sudah meminjamkan blower. Semoga jadi catatan untuk kita semua,” ujarnya.
Sebagai penutup, ia berpantun:
_Pagi hari menikmati sunrise di Pantai Ketawang,_
_Enaknya jalan-jalan sama teman._
_Anak-anakku selamat berjuang,_
_Semoga tercapai prestasi yang jadi idaman
Mustakim
www.radar007.com




