*”Ratusan Keturunan Berkumpul, Ziarah Akbar Makam Mbah Kyai Ahmad Ngalim Pemeran Sejarah Purworejo”*

banner 120x600

*PURWOREJO* – Ratusan keturunan Bani Mbah Kyai Ahmad Ngalim berkumpul dalam ziarah akbar di makam leluhur mereka di Desa Bulus, Kecamatan Gebang, Purworejo, Jumat (15/5/2026).

Para peziarah datang dari berbagai daerah, mulai dari Yogyakarta, Magelang, Temanggung, Kebumen, Wonosobo, hingga Purworejo sendiri. Kegiatan ini menjadi pertemuan pertama para keturunan yang selama ini tersebar di berbagai kota.

“Kalau semua bani bisa hadir, tempat ini pasti penuh. Baru kali ini kami bisa ziarah bersama. Secara tidak langsung ini ajang _ngumpulke balung pisah_ atau silaturahmi besar keluarga,” ujar Narsum yang ikut hadir namun tidak mau disebut namanya kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Minggu (17/5/2026).

Menurut Narsum tersebut, jumlah keturunan Mbah Kyai Ahmad Ngalim saat ini diperkirakan mencapai ribuan orang. Ziarah serentak ini menjadi langkah awal mempererat kembali ikatan kekeluargaan yang telah lama terpisah.

Dalam kesempatan itu, Narsum tersebut juga membagikan sejarah singkat sang leluhur berdasarkan penuturan para sesepuh. Mbah Kyai Ahmad Ngalim hidup sekitar tahun 1700 Masehi dan dikenal sebagai pendiri Desa Bulus sekaligus ulama sepuh yang disegani.

Ia merupakan guru dari KH Sholeh Darat Semarang, ulama besar yang kemudian menjadi guru dari RA Kartini, KH Hasyim Asy’ari, dan KH Ahmad Dahlan.

“Mbah Kyai Ahmad Ngalim juga tercatat sebagai guru Pangeran Diponegoro. Perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda sendiri terjadi pada 1825 hingga 1830,” jelas Narsum

Kegiatan ziarah ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa leluhur, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan kebanggaan keturunan terhadap sejarah panjang keluarga mereka di Purworejo.

Mustakim

www.radar007.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *