Dinilai Sukses Reformasi Pelayanan dan Pengamanan Mudik, GNI Dukung Kakorlantas Agus Naik Bintang Tiga

Foto: Istimewa

banner 120x600
Jakarta, Radar007.com

Dukungan terhadap Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, untuk menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi atau bintang tiga terus menguat. Kali ini, dukungan datang dari Generasi Negarawan Indonesia (GNI) yang menilai kepemimpinan Agus telah membawa perubahan besar dalam wajah pelayanan lalu lintas nasional sekaligus mendekatkan Polantas dengan masyarakat.

Ketua Umum GNI Jabodetabek, Ruslan Padli, menegaskan bahwa Irjen Agus Suryonugroho layak mendapatkan kenaikan status jabatan menjadi bintang tiga karena dinilai berhasil menghadirkan reformasi nyata di tubuh Korlantas Polri.

“Ini bukan sekadar soal pangkat, tetapi penghargaan atas dedikasi, prestasi, dan kepemimpinan yang terbukti membawa perubahan besar bagi pelayanan publik. Di bawah kepemimpinan Irjen Agus, Korlantas Polri tampil lebih humanis, profesional, modern, dan semakin dipercaya masyarakat,” tegas Ruslan, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, berbagai program unggulan seperti Polantas Menyapa dan Melayani, penerapan tilang elektronik atau ETLE, penertiban kendaraan overdimensi dan overload (ODOL), hingga pengamanan arus mudik dan libur nasional menjadi bukti nyata keberhasilan Korlantas Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Tak hanya itu, pendekatan humanis yang diterapkan Agus Suryonugroho dinilai berhasil mengubah citra Polisi Lalu Lintas menjadi lebih dekat, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Polantas hari ini tidak lagi hanya identik dengan penindakan, tetapi hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Pendekatan humanis yang dibangun Irjen Agus membuat masyarakat merasa dihargai dan dilayani dengan baik,” lanjut Ruslan.

GNI juga menyoroti keberhasilan besar dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang disebut sebagai salah satu pengamanan arus mudik terbaik sepanjang sejarah. Berdasarkan data IRSMS Korlantas Polri, jumlah korban meninggal dunia selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 turun drastis menjadi 238 orang, atau berkurang 30,41 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 342 korban jiwa.

Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas nasional juga mengalami penurunan signifikan dari 2.880 kejadian pada 2025 menjadi 2.727 kejadian pada 2026. Bahkan, selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung, tidak tercatat adanya kecelakaan menonjol secara nasional.

Keberhasilan tersebut semakin diperkuat dengan tingginya volume arus mudik Lebaran 2026 yang disebut PT Jasa Marga sebagai arus mudik terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Meski terjadi lonjakan kendaraan secara masif, situasi lalu lintas tetap mampu dikendalikan berkat efektivitas rekayasa lalu lintas yang diterapkan Korlantas Polri bersama para stakeholder terkait.

Apresiasi masyarakat pun terus mengalir. Survei terbaru Indikator Politik Indonesia mencatat sebanyak 85,3 persen pemudik mengaku puas terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Ruslan menilai seluruh capaian tersebut menjadi bukti nyata kapasitas kepemimpinan Agus Suryonugroho dalam membangun sistem lalu lintas nasional yang modern, presisi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

“Prestasi ini bukan hanya membanggakan institusi Polri, tetapi juga menunjukkan bahwa Irjen Agus memiliki kapasitas besar dalam memperkuat koordinasi nasional lintas sektor. Karena itu, sudah sewajarnya jabatan Kakorlantas Polri berada pada level bintang tiga agar penguatan kebijakan dan koordinasi nasional semakin optimal,” pungkasnya.

 

Source: Humas Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *