
*PURWOREJO* – Kepala Bappeda Kabupaten Purworejo, Drs. Hery Raharja, http://M.Si., memaparkan sejumlah arah kebijakan dan target pembangunan daerah dalam wawancara melalui WhatsApp, Rabu (20/05/2026).
Berikut poin-poin penting hasil wawancara:
*1. RPJMD 2025-2029 Fokus pada Daya Saing dan Kesejahteraan*
Visi besar Purworejo hingga 2029 adalah _“Purworejo Berseri: Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif”_.
Target 2029 meliputi penurunan angka kemiskinan menjadi 6,84%, pertumbuhan ekonomi 7,8–8,5%, penurunan pengangguran hingga 2,36%, serta peningkatan kualitas SDM dan daya saing daerah.
Untuk 2026, fokus diarahkan pada _penguatan potensi lokal sebagai penumpu ketahanan pangan_. Upaya yang dilakukan meliputi penguatan pelaku ekonomi lokal, peningkatan infrastruktur dasar, layanan pendidikan dan kesehatan inklusif, serta penguatan nilai budaya dan tata kelola pemerintahan.
*2. Kemiskinan Turun, Stunting Alami Fluktuasi*
Angka kemiskinan Purworejo turun dari 10,87% pada 2024 menjadi 10,06% pada 2025. Penurunan ini didorong program bantuan sosial, pemberdayaan UMKM, dan strategi peningkatan pendapatan masyarakat.
Sementara prevalensi stunting berdasarkan data ePPGBM tercatat 16,25% pada 2025, sedikit naik dari 15,93% di 2024. Pemerintah memperkuat pencegahan melalui edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang balita, pemenuhan gizi ibu hamil, serta perbaikan sanitasi dan perilaku hidup bersih.
*3. 26 Usulan Musrenbang Desa Masuk APBD 2026*
Sebanyak 26 usulan hasil Musrenbang desa dan kelurahan diakomodir dalam APBD 2026. Usulan tersebut meliputi perbaikan jalan, irigasi, penerangan jalan umum, rumah tidak layak huni, jamban sehat, pelatihan kewirausahaan, hingga bantuan pangan bagi keluarga berisiko stunting.
Penentuan prioritas menyesuaikan arah pembangunan 2026 dan kemampuan keuangan daerah.
*4. 10 Proyek Strategis Daerah Siap Dijalankan*
Terdapat 10 proyek strategis pada 2026, antara lain pembangunan dan peningkatan ruas jalan Trirejo–Karangrejo, Tumbakanyar–Banyuasin, Guntur–Ngasinan, serta penggantian Jembatan Laban. Juga ada pembangunan Pasar Winong dan peningkatan jalan di beberapa wilayah.
*5. DAK Fisik 2026 Tidak Ada*
Pemerintah Pusat tidak mengalokasikan Dana Alokasi Khusus Fisik untuk Purworejo tahun 2026. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah.
*6. Evaluasi Kinerja OPD, 5 Indikator Perlu Perbaikan*
Evaluasi akhir 2025 mencatat lima indikator kinerja OPD dengan capaian rendah, seperti laju pertumbuhan penduduk, indeks desa, sarana prasarana perhubungan darat, investasi, dan tertib pengelolaan pendapatan daerah.
Untuk 2026, sejumlah indikator tersebut sudah disesuaikan atau diganti agar lebih relevan dengan kondisi dan kebijakan terbaru.
*7. Target Investasi 2026 Capai Rp8,1 Triliun*
Bappeda menargetkan investasi formal sebesar Rp585,82 miliar melalui DPMPTSP, sementara pembentukan modal tetap bruto diproyeksikan mencapai Rp8,1 triliun atau 26,84% dari PDRB.
Kawasan pesisir selatan, area Borobudur, dan sentra pertanian di Bayan, Grabag, Ngombol, serta Purwodadi menjadi wilayah potensial investasi.
Kendala utama masih pada kesiapan infrastruktur, kepastian lahan, dan promosi investasi yang lebih masif.
Hery Raharja menegaskan, pencapaian target 2026 membutuhkan sinergi antara Pemkab, Pemprov, dan Pemerintah Pusat, terutama dalam percepatan infrastruktur strategis seperti Bendung Bener dan jaringan irigasi.
Mustakim
www.radar007.com



