Radar007.com, Jakarta
Dunia pers dan kemanusiaan Indonesia tengah diguncang kabar penangkapan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) oleh pasukan militer Israel di tengah memanasnya konflik kawasan Timur Tengah. Situasi ini memicu kekhawatiran luas, terutama karena beberapa dari mereka diketahui merupakan jurnalis dan relawan kemanusiaan yang tergabung dalam misi internasional Global Sumud Flotilla.
Menanggapi peristiwa tersebut, Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH meminta Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri (Deplu RI) segera mengambil langkah diplomatik serius demi membebaskan seluruh WNI yang kini berada dalam penahanan Israel.
“Kami meminta Presiden RI dan Deplu RI jangan tinggal diam. Keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama negara. Pemerintah harus bergerak cepat melakukan tekanan diplomatik agar seluruh WNI segera dibebaskan,” tegas Prof Dr Sutan Nasomal kepada tim media.

Adapun sembilan WNI yang dilaporkan ikut dalam misi Global Sumud Flotilla tersebut antara lain:
Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) – Kapal Josef
Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1
Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) – Kapal Kasr-1
Bambang Noroyono (Republika) – Kapal BoraLize
Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) – Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) – Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (GPCI – iNewsTV) – Kapal Ozgurluk
Menurut Prof Sutan, meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Iran membuat seluruh kawasan berada dalam pengawasan militer ketat. Dalam kondisi perang, siapa pun yang memasuki wilayah sensitif berpotensi diamankan oleh aparat keamanan setempat.
Namun demikian, ia menilai negara tetap memiliki tanggung jawab penuh melindungi setiap WNI, termasuk para jurnalis dan relawan yang menjalankan misi kemanusiaan maupun peliputan di wilayah konflik.
“Perusahaan media maupun lembaga kemanusiaan seharusnya berkoordinasi resmi dengan pemerintah pusat sebelum memberangkatkan jurnalis atau relawan ke daerah perang. Deplu RI perlu mengirimkan pemberitahuan diplomatik kepada negara terkait agar keberadaan WNI mendapat perlindungan internasional,” ujarnya.
Prof Dr Sutan Nasomal juga mendesak Presiden RI untuk segera mengutus jalur diplomasi melalui negara-negara sahabat yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, termasuk negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, guna mempercepat proses pembebasan para WNI tersebut.
“Presiden RI harus menggunakan seluruh jalur diplomatik internasional. Negara-negara sahabat Indonesia diharapkan ikut membantu menekan dan membuka akses komunikasi agar WNI yang kini berada dalam tahanan Israel dapat segera dipulangkan dengan selamat,” tambahnya.
Peristiwa ini kini menjadi perhatian serius publik Indonesia, khususnya kalangan pers dan pegiat kemanusiaan, yang menilai keselamatan WNI di wilayah konflik internasional harus menjadi perhatian utama negara.
Narasumber: Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH







