Batu Bara, Radar007.com – Komitmen membangun dunia pendidikan yang inklusif dan partisipatif kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara, Wala Wali Azhari Sagala, S.Pd., M.H., menerima secara humanis dan terbuka aksi damai yang digelar Himpunan Mahasiswa Al-Wasliyah di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara. Jumat, (5/6/2026)
Aksi yang diikuti lima mahasiswa tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses pendidikan, serta transparansi pengelolaan anggaran pendidikan di Kabupaten Batu Bara.
Menunjukkan sikap responsif dan demokratis, Plt. Kadis Pendidikan yang didampingi Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang, serta unsur TNI-Polri yang diwakili Kapolsek Lima Puluh AKP Salomo Sagala, S.H., bersama jajaran dan Bhabinsa Perupuk Joko P. beserta personel, langsung menemui massa aksi dan membuka ruang dialog secara konstruktif.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh substansi. Perwakilan mahasiswa dipersilakan masuk ke ruang pertemuan guna menyampaikan berbagai pandangan serta masukan secara langsung kepada pihak Dinas Pendidikan.
“Kami menghargai mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara damai, santun, dan tertib. Ini merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap masa depan pendidikan. Setiap masukan akan kami inventarisasi dan bahas bersama tim teknis untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada,” ujar Wala Wali Azhari Sagala usai dialog.
Aksi tersebut dipimpin oleh Yasir Pratama selaku koordinator aksi dengan Rekka Wahyu sebagai penanggung jawab kegiatan. Mereka mengapresiasi keterbukaan Dinas Pendidikan yang bersedia berdialog secara langsung serta peran aparat keamanan yang mengawal jalannya aksi dengan pendekatan persuasif.
Menurut mahasiswa, ruang komunikasi yang terbuka menjadi modal penting dalam membangun sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi guna mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang lebih berkualitas, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Setelah berlangsung sekitar satu jam, aksi damai berakhir dengan tertib. Massa membubarkan diri secara teratur di bawah pengawalan aparat keamanan.
Momentum ini menjadi cerminan bahwa demokrasi yang sehat tidak selalu diwujudkan melalui konfrontasi, melainkan melalui dialog yang beradab, pertukaran gagasan yang konstruktif, serta komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing di Kabupaten Batu Bara.
(Erwanto)










