Gebrakan Garda Depan! Kepala Puskesmas Cibatu: Menyelamatkan Nyawa Lebih Utama dari Administrasi

banner 120x600

Garut, Jawa Barat, Radar007.com — Pernyataan tegas dan humanis disampaikan Kepala Puskesmas Cibatu terkait pelayanan kesehatan di lapangan. Dalam pandangannya yang realistis, ia menegaskan bahwa menyelamatkan nyawa masyarakat harus menjadi prioritas utama dibandingkan urusan administrasi.

“Keselamatan pasien adalah yang utama. Menyelamatkan nyawa jauh lebih penting daripada menanyakan administrasi di awal,” tegasnya, Senin (30/03/2026).

Pernyataan tersebut didasari kondisi nyata di wilayah kerjanya, khususnya di Kecamatan Cibatu, di mana masih banyak masyarakat peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang status kepesertaannya tidak aktif. Kondisi ini dinilai menjadi ancaman serius terhadap akses layanan kesehatan masyarakat.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat pasien yang menjalani perawatan di Puskesmas Cibatu dalam kondisi kepesertaan BPJS yang tidak aktif. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya jaminan kesehatan, terutama saat masyarakat menghadapi penyakit berat.

Meski demikian, pihak Puskesmas tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal dengan penuh keikhlasan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“BPJS sangat membantu masyarakat, terutama dalam penanganan penyakit berat yang membutuhkan biaya besar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan sebagai langkah krusial dalam menjamin keselamatan masyarakat.

“Saya tegaskan, reaktivasi BPJS Kesehatan itu sangat penting. Ini soal nyawa. Akses pengobatan harus mudah, dan BPJS menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan,” katanya.

Perbedaan Preventif dan Kuratif: Penentu Keselamatan

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara upaya preventif (pencegahan) dan kuratif (pengobatan). Ia menilai keduanya sama penting, namun dalam kondisi darurat, layanan kuratif menjadi penentu keselamatan.

Ia juga menekankan pentingnya pola hidup bersih dan sehat sebagai investasi jangka panjang. Namun di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan banyak warga yang kesulitan berobat karena status BPJS tidak aktif.

“Kalau tidak ada jaminan, mereka cenderung menunda berobat, dan akhirnya kondisi semakin parah. Itu yang kami lihat setiap hari,” jelasnya.

Lima Alasan Penting Reaktivasi BPJS Harus Jadi Prioritas

Berikut poin-poin utama yang disampaikan sebagai dasar pentingnya kepesertaan BPJS aktif:

1. Melindungi Keluarga dari Risiko Finansial Penyakit

Penyakit berat dapat menguras tabungan dalam waktu singkat. Tanpa BPJS, masyarakat berisiko tidak mendapatkan pengobatan yang layak.

“Kalau tidak ada BPJS atau kartunya tidak aktif, tentu sangat memberatkan,” paparnya.

2. Kebutuhan Mendesak yang Tidak Bisa Ditunda

Penyakit datang tanpa diduga, sehingga jaminan kesehatan harus selalu siap digunakan.

“BPJS menjamin akses layanan dari Puskesmas hingga rumah sakit. Syaratnya, kepesertaan harus aktif. Namun jika ada yang tidak aktif, kami tetap melayani semaksimal mungkin sesuai kemampuan, termasuk membantu rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan,” jelasnya.

3. Layanan Menyeluruh Tanpa Batas Usia

BPJS mencakup seluruh kelompok usia dan berbagai jenis layanan medis.

“Mulai dari pemeriksaan, obat-obatan, rawat inap, hingga tindakan operasi besar dapat ditanggung,” ujarnya.

4. Jaminan Ketenangan Hari Ini dan Masa Depan

Kepesertaan aktif memberikan rasa aman bagi masyarakat untuk berobat tanpa khawatir biaya.

“Dengan BPJS aktif, masyarakat tidak perlu takut datang ke fasilitas kesehatan,” katanya.

5. Wujud Keadilan Sosial

BPJS menjadi instrumen pemerataan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Yang mampu membantu yang tidak mampu. Ini adalah bentuk keadilan sosial yang harus diwujudkan,” pungkasnya.

Di akhir pernyataannya, Kepala Puskesmas Cibatu menyampaikan pesan kuat kepada seluruh pihak agar lebih peduli terhadap pentingnya jaminan kesehatan.

“Kesimpulannya, BPJS Kesehatan adalah tulang punggung perlindungan sosial masyarakat. Kepesertaan aktif harus menjadi perhatian bersama,” tutupnya penuh keyakinan. (Zarase)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *