*”Purworejo Aman Pangan! DKPP Genjot Vaksinasi Ternak dan Hilirisasi Susu Kambing Kaligesing”*

banner 120x600

*PURWOREJO* – Kabupaten Purworejo kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan Jawa Tengah. Produksi padi di daerah ini bahkan melebihi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan , Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Bagas Adi Karyanto, dalam wawancara dengan awak media via WhatsApp, Jumat sore (22/5/2026).

*Surplus Padi, Tantangan Hama Masih Mengintai*
Bagas menyebut padi menjadi komoditas utama yang surplus di Purworejo. Namun, tantangan di lapangan masih ada, terutama serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan seperti penggerek batang, wereng, dan tikus.

“Pengendalian dilakukan bersama kelompok tani melalui gerakan bersama dan sekolah lapang pengamatan hama terpadu,” jelasnya.

Untuk mendongkrak produktivitas, DKPP juga menggenjot modernisasi alsintan. Bantuan traktor dan rotavator mempercepat pengolahan lahan, sementara combine harvester membantu panen di tengah berkurangnya tenaga kerja.

*Fokus Jaga Kesehatan Ternak dan Cegah PMK-LSD*
Di sektor peternakan, DKPP memprioritaskan pengendalian penyakit hewan menular strategis seperti PMK, LSD, dan rabies. Jawa Tengah sendiri saat ini berstatus bebas rabies, dan upaya mempertahankan status itu dilakukan melalui vaksinasi pada Hewan Penular Rabies.

“Langkah yang kami lakukan meliputi surveilans, komunikasi informasi dan edukasi kepada peternak, vaksinasi, hingga pelayanan pengobatan suportif dan kuratif,” kata Bagas.

Ancaman penyakit seperti PMK dan LSD masih menjadi kendala utama, terutama karena lalu lintas hewan dan produk hewan yang belum sepenuhnya terkontrol. Karena itu, DKPP terus menguatkan kekebalan ternak melalui bimtek pengolahan pakan, layanan Inseminasi Buatan, dan penyebaran bibit ternak berkualitas.

*Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Nilai Jual*
Untuk meningkatkan pendapatan petani dan peternak, DKPP mendorong program hilirisasi. Salah satunya melalui pengembangan usaha kambing perah Kaligesing. Saat ini produk masih berupa susu segar, dan ke depan masih perlu fasilitasi untuk pengolahan lebih lanjut.

Selain itu, kelompok tani juga didampingi dalam pengolahan pangan, mulai dari sosialisasi higiene sanitasi hingga pengurusan izin edar Pangan Segar Asal Tumbuhan. Bantuan lumbung pangan masyarakat dan sarana pendukungnya juga disalurkan untuk memperkuat ekonomi produktif kelompok.

Bagas menegaskan seluruh bantuan disalurkan tepat sasaran melalui verifikasi administrasi dan lapangan, serta mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Upaya ini diharapkan mampu menjaga kesehatan dan produksi ternak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Purworejo,” pungkasnya.

Mustakim

www.radar007.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *