Piala Dunia Satukan Prajurit dan Rakyat! Nobar Meriah di Makorem 071/Wijayakusuma Jadi Simbol Kemanunggalan TNI
PURWOKERTO, Radar007.com – Gemuruh sorak sorai, tepuk tangan riuh, dan gelak tawa pecinta sepak bola mengguncang Markas Komando Resor Militer (Makorem) 071/Wijayakusuma saat puluhan prajurit TNI bersama masyarakat larut dalam kemeriahan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026, Minggu (21/6/2026).
Lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola kelas dunia, kegiatan ini menjelma menjadi panggung kebersamaan yang mempererat hubungan antara TNI dan rakyat. Di tengah semangat olahraga yang membara, batas-batas sosial seolah lenyap. Prajurit, PNS, anggota Persit Kartika Chandra Kirana, hingga masyarakat umum duduk berdampingan dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Sejak sebelum kick-off dimulai, area nobar telah dipadati peserta. Mata tertuju ke layar monitor besar yang menayangkan pertandingan bergengsi Piala Dunia 2026. Namun sesungguhnya, yang tercipta bukan hanya euforia sepak bola, melainkan energi persatuan yang menyatukan berbagai kalangan dalam satu semangat yang sama.
Bagi Korem 071/Wijayakusuma, kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Nobar menjadi sarana efektif memperkuat komunikasi sosial sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Sepak bola adalah bahasa universal yang dipahami semua kalangan. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan suasana hangat, membangun kebersamaan, serta mempererat silaturahmi antara prajurit dan masyarakat. Semangat sportivitas para atlet dunia juga diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap panitia kegiatan.
Suasana semakin memuncak saat pertandingan memasuki momen-momen krusial. Sorakan spontan pecah ketika peluang emas tercipta, sementara tepuk tangan bergemuruh mengiringi aksi-aksi memukau di lapangan. Tak sedikit peserta yang larut dalam atmosfer pertandingan, saling bertukar prediksi skor dan berdiskusi dengan penuh antusias.
Namun di balik kemeriahan itu, tersimpan pesan yang jauh lebih besar. Bahwa olahraga mampu menjadi jembatan pemersatu di tengah keberagaman. Dalam satu layar yang sama, lahir percakapan, canda tawa, dan rasa persaudaraan yang memperkuat ikatan sosial masyarakat.
Salah seorang warga yang hadir mengaku terkesan dengan suasana yang dibangun Korem 071/Wijayakusuma.
“Kami merasa sangat diterima. Suasananya hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan. Kegiatan seperti ini membuat masyarakat semakin dekat dengan TNI karena bisa berinteraksi langsung dalam suasana santai,” tuturnya.
Di era digital yang membuat banyak interaksi berlangsung secara virtual, kegiatan nobar menjadi ruang nyata yang mempertemukan masyarakat secara langsung. Dari sebuah pertandingan sepak bola, lahir kebersamaan yang memperkuat rasa persatuan dan solidaritas sosial.
Menjelang laga berakhir, semangat para peserta tetap membara. Meski mendukung tim yang berbeda, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh sportivitas. Nilai inilah yang menjadi pesan utama kegiatan tersebut: perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu.
Melalui kegiatan nobar Piala Dunia 2026 ini, Korem 071/Wijayakusuma menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi sosial yang harmonis dengan masyarakat. Semangat persatuan, kerja sama, dan sportivitas yang ditampilkan para atlet dunia diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa dalam menjaga keharmonisan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Sepak bola menyatukan jutaan manusia di seluruh dunia. Di Makorem 071/Wijayakusuma, semangat itu hadir dalam bentuk kebersamaan, persaudaraan, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Bersama Rakyat, TNI Kuat.”
(Qo/One)










