
Jakarta, Radar 007 – Diskusi Publik Modernisasi Sistem Air Bersih Jakarta di gelar di Gedung Juang 45 Menteng Jakarta Pusat,Selasa (14/4/2026).
Modernisasi sistem air bersih di Jakarta menjadi fokus pembahasan dalam diskusi tersebut, Forum ini dinisiasi Gerakan Aktivis Jakarta, untuk mengulas tantangan, strategi, dan masa depan layanan air bersih di ibu kota.
Direktur Operasional PAM JAYA Syahrul Hasan, menegaskan bahwa transformasi menyeluruh dalam pengelolaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat perkotaan. Ia menyebut modernisasi sebagai langkah strategis untuk memperluas cakupan layanan sekaligus meningkatkan kualitas air”, ujarnya.
PAM Jaya terus mendorong peningkatan layanan melalui penguatan jaringan perpipaan, pengurangan kebocoran, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan air bersih.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, menekankan air merupakan gak dasar masyarakat yang tidak tergantikan. Pentingnya peran legislatif dalam mengawal program modernisasi agar berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia juga menyoroti perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan layanan publik.
“Sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan masyarakat sangat penting agar pelayanan air bersih dapat merata dan berkelanjutan,” kata Basri.
Sekarang pengelolaan air sudah kembali ke PAM Jaya. Walau masih banyak tantangan termasuk kekurangan sambungan air di perpipaan sekitar 20 persen dan kebutuhan infrastruktur, keterbatasan keuangan daerah juga menjadi kendala serius.
Diskusi yang dipandu oleh Muhammad Awab Zimah ini turut membuka ruang dialog mengenai berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan akses air bersih, kualitas layanan, hingga tantangan pembiayaan infrastruktur. Diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret guna mempercepat transformasi layanan air bersih di Jakarta, sejalan dengan pertumbuhan kota dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.








