Jalan Bergas Rusak Parah Diduga Digilas Truk Tambang, Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Sindiran Keras

banner 120x600

Laporan | Agung Widodo
KABUPATEN SEMARANG | RADAR007.COM  – Kesabaran warga Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, akhirnya mencapai batas.

Bertahun-tahun menghadapi jalan rusak yang diduga akibat tingginya aktivitas truk pengangkut material tambang, warga meluapkan protes dengan cara simbolis namun menohok: menanam pohon pisang dan meletakkan batu di tengah jalan berlubang.

Aksi tersebut dilakukan di ruas Jalan PTP Ngobo, Waringin Putih, Kecamatan Bergas, yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu kini dipenuhi lubang, aspal mengelupas, dan debu tebal yang mengganggu aktivitas warga setiap hari.

Masyarakat menduga kerusakan jalan semakin parah akibat lalu lintas kendaraan berat yang rutin melintas dari kawasan pertambangan dan industri di sekitar wilayah tersebut.

Salah seorang warga, Riyanto, mengatakan kondisi tersebut bukan persoalan baru. Menurutnya, keluhan telah berkali-kali disampaikan, namun hingga kini belum ada solusi yang benar-benar menyelesaikan masalah.
“Keluhan ini sudah bertahun-tahun. Memang pernah diperbaiki, tetapi hanya tambal sulam.

Tidak pernah ada penanganan yang tuntas sehingga kerusakan terus berulang,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (12/6/2026).

Selain kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan debu yang beterbangan setiap musim kemarau. Debu dari kendaraan pengangkut material disebut masuk ke permukiman dan mengganggu kesehatan masyarakat.

“Dulu jalan ini bagus dan nyaman dilalui. Sekarang rusak, berlubang, dan penuh debu. Kami berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi nyata,” tambahnya.

Debu dan Jalan Rusak Jadi Keluhan Menahun
Warga menilai kondisi tersebut telah berlangsung terlalu lama tanpa penanganan yang memadai. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Semarang bersama instansi terkait melakukan evaluasi terhadap aktivitas kendaraan berat, termasuk pengawasan tonase kendaraan yang melintas.

Menurut warga, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan, terutama saat malam hari dan musim hujan ketika lubang tertutup genangan air.

GRIB Jaya Siap Kawal Aspirasi Warga
Keluhan masyarakat mendapat perhatian dari GRIB Jaya Kabupaten Semarang. Dalam pertemuan bersama warga, perwakilan GRIB Jaya, Dodi, menegaskan pihaknya siap mengawal aspirasi masyarakat hingga ada langkah konkret dari pihak terkait.

“Kami hadir untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Keluhan warga terkait jalan rusak dan dampak lingkungan ini akan kami kawal agar mendapat perhatian serius,” tegas Dodi.

Ia menilai setiap pelaku usaha harus ikut bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan dari aktivitas operasionalnya, terutama jika menggunakan infrastruktur publik secara intensif.

“Jangan hanya berorientasi pada keuntungan. Jika aktivitas usaha memanfaatkan wilayah ini, maka kondisi masyarakat sekitar juga harus diperhatikan. Infrastruktur yang rusak dan dampak lingkungan tidak boleh terus menjadi beban warga,” katanya.

Warga Tagih Solusi Permanen
Aksi penanaman pohon pisang di tengah jalan menjadi simbol kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan kerusakan infrastruktur yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah, instansi terkait, dan perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut untuk duduk bersama mencari solusi permanen. Warga menegaskan mereka tidak lagi menginginkan perbaikan bersifat sementara yang hanya bertahan beberapa bulan sebelum kembali rusak.

Hingga kini, warga masih menunggu langkah nyata dari pihak terkait agar Jalan PTP Ngobo kembali layak dilalui, aman bagi pengguna jalan, dan terbebas dari persoalan debu yang selama ini dikeluhkan masyarakat.(..)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *