Ancaman Banjir Meningkat: Kades Ponimin Pantau Tanggul dan Imbau Warga Siaga

banner 120x600

Batu Bara, Radar007.com — Ancaman banjir kiriman mulai menghantui wilayah Desa Sei Suka Deras, Kecamatan Sei Suka. Menghadapi situasi kritis ini, Kepala Desa (Kades) Sei Suka Deras, Ponimin, Sos., turun langsung memimpin kesiapsiagaan penuh bersama perangkat Desa.

Curah hujan dengan intensitas tinggi dalam dua hari terakhir membuat debit air di anak sungai dan saluran irigasi utama mencapai titik rawan. Hasil pendataan awal Pemerintah Desa mencatat 37 Kepala Keluarga (KK) telah terdampak genangan air di beberapa dusun. Kondisi tersebut menjadi peringatan keras bagi pemerintah Desa untuk bergerak cepat.

“Kami tidak mau mengambil risiko. Curah hujan terus-menerus dapat memicu luapan air maupun banjir kiriman dari hulu. Karena itu kami langsung meninjau titik-titik tanggul yang rawan,” ujar Ponimin saat memantau tanggul kritis di Dusun Sawo XI, Jumat (28/11/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Ponimin memastikan seluruh tanggul dan saluran air berada dalam kondisi aman. Ia juga menginstruksikan pembersihan total pada drainase yang mengalami penyumbatan. Menurutnya, kecepatan dan respons menjadi kunci utama dalam mengantisipasi bencana.

Tak hanya turun lapangan, pemerintah desa juga mengaktifkan peringatan dini melalui grup komunikasi digital dan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga, khususnya pada wilayah yang di huni 37 KK terdampak.

“Warga kami imbau untuk selalu siaga, mengamankan dokumen penting, dan memindahkan barang berharga ke tempat lebih tinggi. Kewaspadaan dan gotong royong adalah kekuatan terbesar kita,” tegas Ponimin.

Langkah cepat Kades Ponimin mendapat respons positif dari warga. Edi Mansyur, salah seorang warga terdampak, mengaku merasa lebih tenang setelah Pemerintah Desa turun langsung memberikan pendampingan.

“Kami merasa aman karena Kades tanggap. Beliau langsung mengecek lokasi dan memberi arahan kepada kami,” ujarnya.

Hingga berita ini terbit, situasi di Desa Sei Suka Deras masih terkendali. Pemerintah Desa menetapkan status siaga 24 jam, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih berlanjut. Upaya ini menjadi contoh nyata kepemimpinan Desa dalam melindungi keselamatan warganya dari ancaman bencana alam.

(Erwanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *