Dari Kepedulian Menjadi Aksi: Kodam Jaya dan DLH DKI Jakarta Kelola 5,5 Ton Limbah Elektronik

banner 120x600

Jakarta, Radar007.com — Di tengah meningkatnya ancaman pencemaran limbah elektronik di kawasan perkotaan, Kodam Jaya bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah konkret. Sebanyak 5.598,2 kilogram limbah elektronik (e-waste) berhasil dihimpun dan diserahkan untuk dikelola sesuai standar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi”, inisiatif Pangdam Jaya Deddy Suryadi, yang memperluas makna pengamanan wilayah tidak hanya pada aspek teritorial, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan hidup.

Pengumpulan limbah dilakukan secara terstruktur oleh jajaran Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dan Satuan Non-Kowil Kodam Jaya, dengan dukungan aktif Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya yang menggerakkan keluarga prajurit serta masyarakat untuk menyalurkan limbah elektronik ke jalur pengelolaan resmi.

Dari seluruh satuan yang terlibat, capaian tertinggi diraih oleh Kodim 0510/Tigaraksa sebanyak 1.225 kilogram, disusul Yonkav 9/Satya Dharma Kala dengan 207,5 kilogram.

Total lebih dari 5,5 ton limbah elektronik tersebut secara resmi diserahkan kepada DLH Provinsi DKI Jakarta untuk diproses melalui mekanisme pengelolaan limbah B3 sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam keterangannya, Pangdam Jaya menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab kolektif.

“Menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga menjaga tanah dan airnya tetap aman. Melalui program *Jaga Jayakarta, Jaga Bumi*, kami ingin memastikan bahwa limbah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

“DLH bekerja bersama Kodam Jaya dalam kegiatan yang sangat luar biasa. Ini pertama kalinya sebuah unit kerja secara terstruktur menggerakkan pengumpulan e-waste dalam skala besar. Alhamdulillah, terkumpul lebih dari 5.200 kilogram. Kami sangat mengapresiasi komitmen ini dan berharap kerja sama ini terus berlanjut, tidak hanya pada e-waste, tetapi juga dalam program lingkungan lainnya,” ujarnya.

Menurut DLH, limbah elektronik mengandung zat berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium yang dapat mencemari tanah dan air serta berdampak pada kesehatan. Namun, melalui pengolahan resmi, komponen elektronik dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku, seperti aluminium, tembaga, bahkan emas dari papan sirkuit (printed circuit board/PCB).

Momentum tersebut juga ditandai dengan penukaran plakat antara perwakilan Kodam Jaya dan Kepala DLH Provinsi DKI Jakarta sebagai simbol penguatan sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Lebih dari sekadar angka dan seremoni, gerakan ini menunjukkan bahwa perubahan selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Ketika kepedulian diterjemahkan menjadi aksi nyata, harapan akan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bukan lagi sekadar wacana, melainkan komitmen yang sedang diwujudkan hari ini.

Jakarta Bergerak, Jakarta Terjaga.(One/Penpas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *