Sergai (Sumut), Radar007.com — Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (DPD KPPI) Kabupaten Serdang Bedagai melaksanakan program Rapid Respons berupa penyaluran bantuan sosial di empat kecamatan pesisir, yakni Tanjung Beringin, Teluk Mengkudu, Perbaungan, dan Pantai Cermin, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD KPPI Kabupaten Serdang Bedagai Dra. Salmiah Nst., M.M., Ketua DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Serdang Bedagai Zulham Hasibuan, jajaran pengurus KPPI, serta para undangan.

Panitia pelaksana, Rahmaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat organisasi terhadap kondisi sosial dan lingkungan masyarakat pesisir, khususnya kelompok lansia dan warga berkebutuhan khusus.
Menurutnya, program ini tidak hanya sebatas penyaluran bantuan sembako, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi melalui pembagian bibit jamur tiram secara gratis kepada kaum ibu pesisir.
“Bibit jamur tiram ini diharapkan dapat dibudidayakan sebagai bagian dari program ketahanan pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga,” ujar Rahmaya.
Ia juga menegaskan bahwa DPD KPPI Kabupaten Serdang Bedagai terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak yang ingin turut membantu meringankan beban masyarakat nelayan.
Sementara itu, Ketua DPD KPPI Sergai, Dra. Salmiah Nst., M.M., menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kehadiran organisasi dalam mendampingi perempuan pesisir menghadapi berbagai tantangan, baik bencana maupun tekanan ekonomi.
“Kami ingin memastikan perempuan pesisir tidak berjalan sendiri dalam menghadapi situasi sulit. Selain itu, kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan guna meminimalisir risiko banjir,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan warga penerima bantuan, Kepala Dusun Desa Sentang Zulpan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian KPPI.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan demi mencegah banjir dan penyakit,” ungkapnya.
Salah seorang warga, Tunita, mengungkapkan bahwa banjir rob kerap menghambat aktivitas ekonomi keluarga.
“Banjir rob sering merusak alat dagang dan perlengkapan kerja. Kami para ibu kesulitan membantu ekonomi keluarga saat kondisi seperti itu,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, seperti Lela dan Qianita, yang mengaku sering mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga pasca banjir maupun saat menghadapi angin kencang di musim pancaroba.
Kegiatan yang juga diisi dengan sesi dialog antara warga dan narasumber ini berlangsung lancar, sebelum akhirnya ditutup dengan pembagian sembako kepada perempuan nelayan yang hadir.
Program Rapid Respons ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Serdang Bedagai.(Ari 007)





