* Dari Purworejo ke Panggung Nasional, Sultan Tembus 20 Besar The Icon Indonesia*

banner 120x600

Purworejo, 20 April 2026 – Ibu Lies Fadhil Ali Sa’bal, yang dihubungi via telepon dari Jakarta pada Senin (20/4/2026), menceritakan perjalanan putranya, Sultan, yang berhasil lolos 20 besar ajang The Icon Indonesia.

“Pertama kali Sultan Fadhil Sa’bal mendaftar lewat online di SCTV. Waktunya sudah mepet, tapi alhamdulillah lolos tahap awal,” ujar Lies.

Setelah lolos, Sultan mengikuti audisi via Zoom dan kembali lolos. Tahap berikutnya, ia diminta mengirim video. “Alhamdulillah lolos juga,” lanjutnya. Sultan kemudian dipanggil untuk audisi offline di Hotel Ibis Yogyakarta dan kembali dinyatakan lolos. Saat itu ia langsung diminta menandatangani kontrak. Salah satu syaratnya, peserta harus menjalani karantina selama 4 bulan jika lolos.

“Saya sempat bertanya, Sultan kan kelas 3 SMP, bagaimana ujiannya? Pihak penyelenggara menyarankan untuk mengurus dispensasi,” jelas Lies. Ia kemudian menghubungi Dinas Pendidikan melalui Pak Yudi dan Wakil Bupati Purworejo, Pak Dion, untuk meminta dispensasi ujian. Permohonan itu disetujui. Sultan berangkat ke Jakarta pada Sabtu, 4 April, dan mengikuti ujian pada Senin–Selasa dengan menumpang di salah satu SMP di Jakarta.

“Karantina dimulai sejak 4 April sampai sekarang. Mohon doanya. Kalau belum tereliminasi, karantinanya bisa sampai 4 bulan,” tuturnya.

Saat ini Sultan masuk 20 besar dan tergabung di Grup B. Ia akan tampil kembali pada Selasa. Setiap pekan, 4 peserta tereliminasi. Jika lolos, Sultan akan melaju ke 16 besar. “Padahal pendaftar awalnya lebih dari 4.000 peserta dari seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Selama karantina, keluarga tidak bisa bertemu. “Bertemu pun hanya 15 menit setelah lomba selesai, lalu Sultan kembali ke karantina. Telepon juga susah,” kata Lies. Informasi pendaftaran awal ia dapat dari Instagram dan TikTok.

Soal lagu, peserta tidak boleh memilih. Semua ditentukan penyelenggara sebagai tantangan. Untuk babak duet, Sultan mendapat lagu “Cintanya Aku”. Saat penilaian, Ahmad Dhani memintanya membawakan lagu jazz: “Spain” milik Al Jarreau dan “Feeling Good” dari Michael Bublé.

“Untuk mentor vokal, khususnya R&B, saya agak lupa namanya,” aku Lies.

Ia mengaku sangat bersyukur, bangga, dan terharu. “Sultan sudah berlatih dan ikut lomba menyanyi sejak umur 3 tahun. Alhamdulillah sekarang ada hasilnya. Sebagai anak daerah bisa masuk ajang nasional, rasanya luar biasa. Ini memang cita-cita Sultan, ikut ajang pencarian bakat di TV. Alhamdulillah Allah memberi rezeki.”

Dari Jawa Tengah, yang lolos ada peserta dari Semarang dan Wonosobo. Dari Yogyakarta banyak yang mendaftar, mayoritas teman Sultan, namun hanya Sultan yang lolos. Dari Purworejo, sejauh yang ia tahu, hanya Sultan.

“Dukungan dari daerah sejauh ini berupa dispensasi ujian dan ucapan dari Bupati. Untuk dukungan lain belum ada,” ujarnya. Ia memastikan ujian TKA Sultan di SMP Jakarta berjalan aman.

Dukungan masyarakat saat ini bisa diberikan melalui aplikasi http://Video.com dan filter TikTok. Saat Sultan tampil, penonton dapat mengirim virtual gift. “Tapi dari 24 besar sampai 10 besar, penentuannya masih di tangan juri,” jelas Lies.

Ia berharap masyarakat Purworejo terus mendoakan agar Sultan lolos ke babak selanjutnya. Ia juga mengajak untuk mengikuti akun Instagram Sultan: @theicon_sultan.

“Sultan tampil Selasa ini. Saya mohon dukungan dari paguyuban yang ada di Purworejo,” pungkas Lies.

Mustakim

www.radar007.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *