*Wawancara Khusus Hari Kartini: Perjalanan Bupati Yuli Hastuti dari Ketua PKK hingga Pemimpin Purworejo*

banner 120x600

Berikut naskah wawancara yang sudah dirapikan dengan tata bahasa yang lebih mengalir dan lugas:

*1. Bisa ceritakan sedikit perjalanan Ibu sampai di titik sekarang?*
Perjalanan saya hingga sampai di titik ini tentu tidak instan. Sejak menikah dengan Bapak Kelik Sumrahadi, yang menjabat Kepala Desa Grabag selama 20 tahun, saya langsung dipercaya menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Desa. Dari situ saya banyak belajar politik dan pemerintahan. Saya mendampingi beliau saat menjabat Kepala Desa, Wakil Bupati, hingga Bupati. Pengalaman itulah yang membuat saya berani terjun ke dunia politik. Awalnya sebagai wakil rakyat dan dipercaya menjadi Ketua DPRD, kemudian Wakil Bupati, hingga akhirnya mengemban amanah sebagai Bupati seperti sekarang.

*2. Siapa sosok Kartini di mata Ibu secara pribadi?*
Bagi saya, Kartini adalah simbol keberanian dan keteguhan perempuan dalam memperjuangkan hak serta kesetaraan. Kartini bukan hanya tokoh sejarah, tetapi inspirasi yang tetap relevan hingga hari ini. Semangatnya mengajarkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan, baik di keluarga, masyarakat, maupun bangsa.

*3. Apa momen “titik balik” yang paling membentuk Ibu jadi perempuan seperti sekarang?*
Titik balik terbesar adalah ketika saya dihadapkan pada tanggung jawab yang menuntut saya keluar dari zona nyaman dan mengambil keputusan penting. Saat itulah saya belajar tentang keberanian, keteguhan, dan arti integritas. Sejak itu saya semakin yakin bahwa perempuan mampu memimpin, mengambil peran strategis, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.

*4. Tantangan terbesar apa yang Ibu hadapi sebagai perempuan di bidang pemerintahan?*
Tantangan terbesar adalah membuktikan bahwa kapasitas tidak ditentukan oleh gender. Perempuan kadang harus bekerja dua kali lebih keras untuk dianggap setara. Justru hal itu yang membuat saya semakin kuat.

*5. Dulu R.A. Kartini berjuang lewat surat untuk pendidikan. Kalau sekarang, “surat” Ibu ke perempuan Indonesia apa bentuknya?*
“Surat” saya hari ini adalah tindakan nyata: kebijakan yang berpihak, ruang yang terbuka, dan keberanian untuk bersuara. Kalau dirangkum, pesan saya sederhana: jangan batasi diri sendiri sebelum mencoba. Dunia berubah karena perempuan berani melangkah.

*6. Menurut Ibu, emansipasi zaman sekarang itu lebih ke soal apa? Gaji setara, kesempatan, atau pola pikir?*
Semuanya penting, tetapi akar utamanya adalah pola pikir. Jika pola pikir sudah setara, kesempatan akan terbuka dan keadilan, termasuk soal gaji, akan mengikuti. Emansipasi hari ini bukan hanya soal hak, tetapi juga kepercayaan diri untuk mengambil peran.

*7. Pernah nggak Ibu merasa diremehkan karena perempuan? Gimana cara Ibu membuktikan diri?*
Pernah, dan itu tidak menyenangkan. Namun saya tidak membalas dengan emosi, melainkan dengan kinerja. Konsistensi, hasil nyata, dan profesionalisme adalah cara paling efektif untuk menjawab keraguan.

*8. Siapa support system terbesar Ibu selama berkarier? Peran keluarga seperti apa?*
Keluarga adalah fondasi utama saya. Mereka bukan hanya memberi dukungan, tetapi juga mengingatkan ketika saya lelah atau mulai kehilangan arah. Peran keluarga sangat penting: bukan sekadar memberi izin, tetapi memberi kepercayaan bahwa saya bisa menjalani peran ini dengan baik.

*Pesan untuk Generasi Muda*
*9. Kalau bisa kasih 1 nasihat ke anak perempuan usia 17 tahun di Purworejo, Ibu mau bilang apa?*
Jangan takut bermimpi besar, meskipun kamu berasal dari kota kecil. Dunia tidak menentukan batasmu. Kamu sendiri yang menentukan sejauh apa kamu mau melangkah.

*10. Apa cita-cita Ibu untuk perempuan Purworejo 10 tahun ke depan?*
Saya ingin melihat lebih banyak perempuan Purworejo tampil sebagai pemimpin, pengusaha, inovator, dan penggerak perubahan.

*11. Warisan nilai apa yang ingin Ibu tinggalkan, selain jabatan atau usaha?*
Keberanian untuk mencoba, kejujuran dalam bertindak, dan kepedulian terhadap sesama.

Mustakim

 

www.radar007.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *