Aek Kuasan Darurat Narkoba! Nama “JY” Disebut Kuasai Peredaran, Warga Soroti Dugaan Beking Oknum

Foto: Ilustrasi

banner 120x600
Asahan, Radar007.com

Aroma peredaran narkoba di Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, kembali memantik keresahan warga. Di tengah bayang-bayang rusaknya generasi muda akibat barang haram, masyarakat kini menyoroti munculnya sosok baru yang disebut-sebut mengendalikan jaringan narkoba di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar007.com dari sejumlah sumber masyarakat, seorang pria berinisial “JY”, warga Gang Melati, Desa Alang Bombon, diduga kini menjadi pemain utama dalam bisnis haram itu. Ia disebut menjalankan jaringan bersama rekannya berinisial “AA” yang berada di Desa Rawasari, Kecamatan Aek Kuasan.

Warga menilai, dominasi jaringan baru ini membuat peta peredaran narkoba di kawasan Aek Kuasan berubah drastis. Sebelumnya, aktivitas peredaran di wilayah Aek Loba Pekan disebut-sebut dikendalikan oleh sosok berinisial “TT”. Namun kini, nama tersebut dikabarkan mulai tersingkir dari wilayah lama operasinya.

“TT sekarang disebut pindah buka lapak ke arah perbatasan Aek Songsongan Bandar Pulau,” ujar seorang warga kepada Radar007.com, Minggu (17/5/2026), sembari meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.

Perpindahan lokasi itu diduga bukan tanpa sebab. Warga menyebut persaingan antarkelompok pengedar semakin keras, hingga memaksa sebagian jaringan mencari wilayah baru untuk bertahan.

Sementara itu, nama “JY” justru disebut semakin bebas menjalankan aktivitasnya tanpa hambatan berarti. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait efektivitas penindakan aparat terhadap jaringan narkoba yang dinilai terus tumbuh subur di wilayah hukum Aek Kuasan.

“JY itu sudah lama disebut dekat dengan oknum aparat. Makanya sampai sekarang seperti aman-aman saja,” ungkap seorang warga Alang Bombon melalui sambungan telepon kepada media ini.

Pernyataan tersebut pun memunculkan dugaan adanya praktik perlindungan terhadap jaringan tertentu. Meski demikian, hingga kini belum ada pembuktian hukum maupun keterangan resmi dari aparat terkait tudingan tersebut.

Warga menilai situasi itu membuat jaringan lain sulit bersaing.

“Makanya TT tidak sanggup lawan JY. Sekarang dia geser buka lapak ke arah perbatasan Aek Songsongan Bandar Pulau,” tambah sumber.

Maraknya dugaan peredaran narkoba ini membuat masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN), agar segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan.

Menurut warga, pembiaran terhadap jaringan narkoba bukan hanya menghancurkan masa depan generasi muda, tetapi juga berpotensi menciptakan konflik sosial yang semakin sulit dikendalikan.

“Kalau terus dibiarkan, anak-anak muda yang jadi korban. Kami minta aparat jangan tutup mata,” tegas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait nama-nama yang disebut warga dalam dugaan jaringan peredaran narkoba di Kecamatan Aek Kuasan tersebut.

(Mjs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *