Labura, Radar007.com
Gelombang keresahan masyarakat Desa Sialang Gatap, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kini berubah menjadi sorotan tajam publik. Hingga saat ini, belum terlihat langkah nyata maupun penjelasan terbuka dari aparat penegak hukum terkait dugaan maraknya peredaran narkotika jenis sabu yang disebut-sebut semakin mengkhawatirkan di wilayah tersebut.
Sikap bungkam Kanit Reskrim Polsek Kualuh Leidong, Ipda Andi Pasaribu, saat dikonfirmasi wartawan justru memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga menilai diamnya aparat semakin memperkuat kesan bahwa persoalan narkoba di wilayah itu belum ditangani secara serius.
“Kalau memang sedang ditindaklanjuti, kenapa tidak ada penjelasan? Kami masyarakat jadi bingung. Sabu makin bebas, maling sawit makin menjadi-jadi, sementara aparat diam,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa, Kamis (21/5/2026).
Di tengah keresahan yang terus membesar, nama pria berinisial E dan S kini ramai diperbincangkan warga. Keduanya disebut-sebut diduga kuat mengendalikan peredaran narkotika di kawasan Desa Sialang Gatap dan sekitarnya. Aktivitas itu bahkan disebut berjalan terang-terangan dan mulai menimbulkan dampak sosial yang semakin nyata di tengah masyarakat.
Warga menilai maraknya pencurian hasil kebun milik masyarakat bukan lagi sekadar tindak kriminal biasa. Mereka menduga kondisi tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
“Dulu kampung kami tenang. Sekarang sawit hilang, warga resah, anak-anak muda banyak yang berubah. Semua seperti ada kaitannya dengan sabu,” ujar warga lainnya.
Ironisnya, di saat masyarakat berharap hadirnya tindakan cepat dari aparat penegak hukum, respons yang muncul justru dianggap membingungkan. Konfirmasi yang telah dilayangkan wartawan sejak Rabu (13/5/2026) melalui pesan WhatsApp disebut hanya berakhir dengan tanda pesan terbaca tanpa jawaban sedikit pun.
Sikap diam tersebut kini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warga mulai mempertanyakan sejauh mana keseriusan aparat dalam memberantas dugaan jaringan narkoba yang disebut-sebut semakin berani beroperasi di wilayah hukum Polsek Kualuh Leidong.
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan. Kalau aparat terus diam, warga bisa menganggap ada sesuatu yang disembunyikan,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.
Kini masyarakat Desa Sialang Gatap hanya bisa menunggu apakah aparat kepolisian benar-benar akan turun tangan membersihkan kampung mereka dari ancaman narkoba, atau justru membiarkan keresahan itu terus membesar tanpa kepastian hukum.
Sorotan publik pun kini semakin tajam tertuju ke Mapolsek Kualuh Leidong. Warga berharap institusi kepolisian segera memberikan jawaban dan tindakan nyata sebelum situasi semakin tidak terkendali dan berubah menjadi luka sosial yang lebih dalam di tengah kehidupan masyarakat.
(Mjs)










