*PURWOREJO* – Jelang peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ketua SIJI Purworejo Gus Takim mengingatkan wartawan agar tak kehilangan arah di tengah gempuran informasi digital.
Menurutnya, kecepatan bukan segalanya. Tugas utama pers adalah menjaga kebenaran, etika, dan semangat kebangsaan dalam setiap pemberitaan.
“Di era banjir informasi, jurnalis harus jadi benteng terakhir kebenaran. Kalau etika dibuang, berita berubah jadi hoaks yang dikemas rapi,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Gus Takim merangkum nilai jurnalistik ideal ke dalam lima prinsip yang selaras dengan Pancasila:
*1. Menulis dengan Hati*
Berita bukan sekadar konten untuk dikejar klik. Setiap tulisan harus bisa dipertanggungjawabkan secara moral dan sosial.
*2. Membela yang Tak Bersuara*
Media harus jadi corong rakyat kecil—korban penggusuran, buruh, hingga warga desa yang suaranya jarang terdengar.
*3. Merawat Persatuan*
Hindari berita yang memicu perpecahan. Tugas pers adalah menyatukan, bukan memanas-manasi konflik.
*4. Berimbang dan Bijak*
Cek fakta, dengarkan dua sisi. Berita yang kredibel lahir dari konfirmasi, bukan asumsi.
*5. Hadir untuk Semua Lapisan*
Pers jangan hanya melayani kepentingan elite. Keadilan sosial harus jadi kompas pemberitaan.
Menutup pesannya, Gus Takim mengajak insan pers menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momen refleksi.
“Pers bebas itu hebat, tapi hebatnya ada di kejujuran dan tanggung jawab,” tegasnya.
Rilis SIJI Purworejo ini diharapkan jadi pengingat agar pers tetap jadi pilar demokrasi yang dipercaya rakyat.
Redaksi
www.radar007.com







