
Tapsel, Radar007.com — Pernyataan mengejutkan disampaikan Bupati Tapanuli Selatan yang akhirnya secara blak-blakan mengungkap bahwa Kementerian Kehutanan membuka kembali izin penebangan hutan pada bulan Oktober lalu. Pengakuan ini menjadi sorotan publik, terutama di tengah meningkatnya bencana alam yang melanda sejumlah wilayah akibat kerusakan lingkungan.
Dalam keterangan resminya, Bupati menjelaskan bahwa pembukaan izin tersebut dilakukan oleh Kemenhut tanpa koordinasi optimal dengan pemerintah daerah, sehingga menimbulkan dampak serius bagi ekosistem dan masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa sejak izin itu kembali aktif, aktivitas pembalakan di kawasan hutan Tapsel meningkat dan berpotensi memperburuk kerentanan terhadap banjir dan longsor.
“Ini fakta yang harus disampaikan apa adanya. Kami di daerah ikut menanggung akibatnya,” ujar Bupati dalam konferensi pers yang digelar usai meninjau wilayah terdampak bencana. Dilansir (TeamSniper), Senin (1/12/25).
Sejumlah aktivis lingkungan dan masyarakat sipil pun bereaksi keras. Mereka menilai keputusan pembukaan izin tersebut sebagai langkah yang mengabaikan kondisi geografis Tapsel yang memiliki kawasan hutan lindung kritis. Desakan agar pemerintah pusat meninjau ulang izin yang dikeluarkan kembali menguat, terutama setelah bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintah daerah bersama lembaga terkait kini tengah menyusun laporan resmi untuk diajukan kepada Kemenhut, guna menekankan pentingnya moratorium total terhadap penebangan di zona rawan. Bupati Tapsel juga meminta semua pihak untuk menghentikan aktivitas perambahan secara ilegal maupun legal hingga evaluasi menyeluruh dilakukan.
Source: Rasya Anggi TeamSniper










